Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

AKU BAIK-BAIK SAJA

Tak usah lagi aku berkata tentang diri ini Semua pasti kan tahu betapa duri telah menyelimuti Merampok semua kebahagiaan hanya duka derita yang tertinggal Ah,, apalah dayaku aku seorang perempuan saja Mungkin tak pantas dapatkan sebuah tawa Tentang ini aku tak mau berbagi padamu, kawan Karena aku tahu kau pasti kan terluka juga Aku tahu,, tiada tempatku lagi untuk berbagi Tentang semua rasa asa dan putus asa yang mengayomi Siapalah aku dalam jiwa yang selalu kosong Merasakan kesepian yang tiada bertepi Selalu sendiri dalam langkahku Menyapa embun pun aku tak mampu Lihat , lihatlah kawan Tanpamu aku bukan siapa- siapa Harus bagaimana dan entah kemana arah langkah kaki ini Mencari sebuah jawab dari suatu tanyaku sendiri Lihat ,, lihatlah  diriku kawan Seorang pecundang yang nyata dalam kehidupan Ah, haruskah aku berteriak supaya semua tahu akan diriku?? Haruskah aku memutus semua ego ku?? Haruskah aku mengemis sebuah senyum mu untuk meredakan tangis ku?? ...

DAUN KEHIDUPAN

Setiap lembaran kehidupan di dunia ini laksana daun. Ia bisa saja selalu segar, tanpa ada cela sedikitpun. Walaupun itu hanya dalam pandangan seorang saja,. Apalah artinya kesempurnaan? jika hanya dalam bentuk fisik belaka..  Hidup itu bukan lagi pilihan. Seperti daun tak pernah memilih menjadi daun apa yang akan menjadi peran nya ke depan. Hidup itu bukan lagi takdir yang harus di ratapi dan di tangisi. Tetapi hidup lebih dari apa yang selama ini kau usahakan dan apa yang selama ini kau dapatkan.  Dan kita pun seperti daun. Lahir berwarna hijau., pulang berwarna kuning,dan bahkan kering. Namun tak jarang pula dia harus mengakhiri hidupnya sebelum masa itu tiba.  Saya ralat. Semua masa adalah tepat datangnya. Hanya saja seringkali kita mendahului masa itu, sehingga kita tak bisa bersyukur.  Mulailah menjadi seperti daun. Ia bahkan lebih pandai bersyukur daripada kita. Tak ada yang menginginkan lebih dari yang ia rasa sekarang ini. Bahkan seperti daun lembayu...

BILA NANTI AKU PERGI,,,, BUNDA

Bilamana aku jauh nanti, bunda? Adakah engkau akan mencegahku,, dan mengatakan "tinggalah bersama budamu yang renta termakan usia" '. Pabila nanti aku pergi, bunda, Adakah engkau akan mengiringi langkah kaki ini menuju perbatasan kampung terakhir. Jika nanti aku kan dapatkan pujaan hati lalu ku putuskan ku ikuti kemauan hati ini, bunda? Dan ku harus tinggalkan engkau di kampung yang selalu ku rindukan? Akan kah engkau selalu tabahkan hatimu pada hal yang akan buatku terluka? Aku pasti akan merindukan mu dan kampungku. Tanahku berpijak di bawah langit, Tempat ku bernaung daripada badai dan kelukaan hati ini. Bundaku yang ku cinta, Jika nanti aku tlah pergi bersama imamku, dan engkau pun tak kan pernah sendiri, aku tahu doamu kan selalu iringi hati ini, supaya tiada lagi duka menyapa. Aku tahu bundaku, engkau tak kan pernah menghalangi kebahagiaan menyapa diriku. Hanya saja bunda? Aku tak tahu bagaimana nanti seandainya aku membutuhkanmu sebagai pelipur lara dalam duka k...

Izinkan Aku

Siapa aku dalam drama kehidupan ini? Berdiri di atas tanah yang bukan milik ku Siapa aku Yang hadir sebagai penyamun rezekimu Izinkan aku berdiri di atas tanahku sendiri Biarpun lumpur dan darah mengayomi Biarkan aku berdiri di atas tanahku sendiri Demi cinta dan mimpiku yang abadi Siang ku berladang  Meski di sawah orang Malam ku terjaga Mencari secercah asa yang terbuang Di sini tempatku Ku pendam mimpiku Terpenjara egoku Tertahan air mataku Demi cinta mu, Ayah Demi cinta mu, Ibu

UNTUKMU CINTA

Cinta,  Terimakasih engkau pernah datang kepadaku, mengajarkan aku tentang sebuah rasa dan putus asa yang tiada berujung. Terimakasih cinta untuk segalanya. Kau telah berikan aku kesempatan untuk mengenal dan mendengarmu. Melukismu dalam setiap anganku yang beterbangan, entah kemana. Cinta,, saat kau datang menghampiriku, aku tahu bahwa aku tak kan mungkin bisa memilikimu seutuhnya. Seperti yang lain. Terimakasih cinta, untuk segalanya..semuanya.. Aku tahu bahwa aku hanyalah sebagai seorang yang akan terus sendiri,, terus menunggu sampai masa penantianku akan berakhir.  Tapi tak mengapa, aku akan tetap bisa mengenangmu dalam malam , di saat purnama menghampiriku, mengatakan sebuah kerinduan. Kepadamu, yang mengasihiku, yang mencintaiku dalam do'anya,, menyayangiku  lewat nasehatnya. Cinta,,, Aku tak kan pernah berhenti memikirkanmu. Merindukanmu dalam setiap alunan do'aku. Menantimu di dalam kerinduan hati ini.. Tak kan pernah cukup aku merindu dalam tangisku hanya un...