Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Malaikat Maut Melihat Wajahku 70 kali setiap hari

“Bahwa malaikat maut senantiasa memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, di dapati orang itu sedang bergelak – ketawa. Maka Izrail berkata; ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku di utus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.’” HR Abdullah Bin Abbas r.a

Muhasabah...

Assalamu’alaikum hati yang suci,, Masihkah mengingat Dia? Ataukah mengingat dia yang lain? Yang jauh lebih cantik, jauh lebih rupawan di matamu.. kutahu kau tak kan menyukai catatan ini.. tenanglah, dear ini hanya pengingatku saja. Anggaplah alarm cinta.. Iya, cinta kepada Dia.. Dear, kau tahu? Seringkali aku merasa kesepian. Tiada seorang pun yang kelihatannya peduli denganku. Aku seringkali marah.. hmm,, kupikir aku terlalu gila. Aku gila dengan kemewahan dunia.. Dear sahabatku,, Telah berapa kali aku membaca statusmu untuk si dia, yang kau rindu,, yang sedang kau bujuk rayu.. Ah,, nikmatnya dunia kalian …begitu kupikir jika dengan nafsuku.. Tapi dear,, Rupanya inilah cara Allah menjagaku,, Dia ingin agar aku senantiasa dekat padaNya, tak boleh berjauhan.. Ah, mungkin bagi sebagian kalian ini tak adil, bukan? Tertawalah kepadaku yang masih sendiri ini.. Allah, sungguh aku malu.. Aku malu jika nanti datang kepadaMu dengan bergunung-gunung dosa, sebanyak bui...

Keberuntungan ada karena di upayakan

Keberuntungan ada karena di upayakan Seringkali kita merasa rendah, merasa orang yang paling sial di dalam menjalani hidup ini. Terkadang apa yang kita usahakan, yang kita inginkan tak di berikan Tuhan. Misalnya ingin masuk ke kampus yang terbaik. Ingin menjadi juara kelas, ingin menjadi perhatian public, dll. Ketika kita sudah berusaha maksimal, sudah belajar mati-matian kenapa malah tidak di terima? Sedangkan teman kita yang sehari-hari nilainya di bawah kita, mungkin. Yang sikapnya biasa-biasa saja justru di terima. Di sini kita seringkali merasa orang yang paling sial. Dan menganggap teman kita yang diterima seakan-akan dialah orang yang paling beruntung. Nah yang paling parah adalah sikap yang menyalahkan Tuhan. Tapi tahukah kalian bahwa sebuah keberuntungan berawal dari sesuatu yang kecil ialah Habbit (kebiasaan). “Tapi aku udah berusaha maksimal kok, dasar dianya aja yang lagi beruntung.” Hei bro, coba deh tengok ke belakang, cari tahu apa sih yang membedakan antara aku...

Pembagian Rapor

“Ibu, Dede mana?” biasanya aku sebal mengobrol dengan adikku. Tapi kali ini entahlah, aku sedang bersemangat mencari tahu nilai rapornya. “Kamu dapat nilai berapa?” tanyaku penasaran. “Nilainya sekarang berubah, Kak. Cuma nyampe empat.” Katanya pendek. Itu sih gampang. Aku tahu kok, sistem penilaian dengan IPK, mirip orang kuliahan gitu. “Terus kamu dapet berapa, De?” “Paling rendah 2,35. pelajaran bahasa Indonesia.” “Bagus itu, udah nyampe lah setengahnya,” aku memuji, tulus. Siangnya, aku bertandang ke rumah paman. “Rapor Maulana mana? Kakak pinjem dong.” Bocah enam tahun itu gesit. Langsung mengambilkan apa yang ku minta. Aku membaca satu per satu halaman. Mataku terbelalak pada pembagian nilai. 2,35 artinya Cukup. Hanya mentok sekitar 60-70an. Aku tutup muka, sadar atas pujianku atas telefon semalam. Namun aku kembali teringat pesanku untuk Dede. “Kakak nggak mau adik kakak sampai jadi tukang contek. Kakak rela adik kakak nilainya nol hasil juj...

Syair untuk para pejuang Islam

Duhai para pejuang Islam, tetaplah teguh pada ujian Tuhan Sungguh,, semua karena Allah sayang Dia ingin tahu, berapa besar cintamu untuk agama ini.. Dia ingin memelukmu ketika engkau lelah.. Ketika engkau telah merasa kalah Oleh oligarki dan adu argumentasi Allah selalu ada bersama mereka yang senantiasa menolong agamaNya Sungguh karena Allah sayang.. Allah sayang pada kita semua.. Hingga kita tersadar.. Keihlasan adalah barang mahal Ketika akidah mudah di perjual-belikan Ketika Al Qur’an tak lagi jadi sanjungan Ketika iman perlahan hilang O, Tuhan Jangan biarkan kami ‘mati’ Jangan biarkan kami ‘tuli’ Jangan biarkan kami terus tersekap pada dunia fana ini Tuhan Beri kekuatan pada kami Ridhoi setiap perjuangan kami Jagalah kami yang senantiasa taat kepadaMu Sungguh kami rindu.. Karena kami sungguh rindu Engkau Jaga setiap helaan nafas kami Agar tak satu pun lengang tanpa asmaMu Ya Ra...

Dia Kekasih Allah

Malu rasanya mengatakan cinta Kepada dia kekasih Allah Kerana dia insan mulia Sedangkan diriku insan biasa Ku pujuk jua hati dan jiwa Meluahkan rasa cinta membara Didalam pujian ucapan selawat Tanda penghargaan seorang umat Selagi upaya ku turuti ajarannya Apa terdaya ku amalkan sunnahnya Moga didunia mendapat berkat Di akhirat sana beroleh syafaat Kerana peribadinya aku terpesona Kerana budinya aku jatuh cinta Rindu ku padanya tiada terkata Nantikanlah daku ditaman syurga Sesungguhnya apa yang ku dambakan Adalah cinta Allah yang Esa Kerana cinta kepada Rasulullah Beerti cinta kepada Allah

Berat Timbangan

“Anak-anak, kalian tahu tidak siapa saja orang-orang yang akan masuk Surga?” Tanya pak ustad dengan semangat membara. “Tahu, pak ustad..” gema anak-anak dengan semangat empat lima. Usut punya usut, sang ustad, habis memberi iming-iming Surga. Menceritakan keindahan di dalamnya. Beberapa anak malah membuka bukunya. Berebut menjawab pertanyaan sang Ustad. “Yang rajin shalat, Ustad..” Rani, bocah paling cungkring di antara mereka mengacungkan telunjuknya. “Pinter, apa lagi, anak-anak?” Ustad senang karena merasa murid-muridnya sudah paham materi hari ini. “Sedekah, membantu Ibu masak, de-el-el, ustad..” Kimmi tak mau kalah. Mereka musuh bebuyutan. Selain saling iri, badan mereka juga jauh beda. Kimmi gempal sedangkan Rani cungkring. “Kimmi cerdas,, ayo siapa lagi?” kejar pak Ustad. “Yang berat timbangan.. ustad..” kali ini anak yang lain menimpali dengan serentak. “Aku duluan dong yang masuk Surga, kan Ustad?” Kimmi merasa senang. Kali ini dia mutlak menang da...

#Selfie bersama Ust Felix Siauw (Gedung SMESCO, Jakarta)

Ahad, 14 Desember 2014 / 21 Shafar 1436 H. - Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu ( Shahih; HR. Ibnu Majah & At Thabrani ). 3 jalan yang dilakukan orang-orang yang tidak menyukai Islam untuk menghancurkan Islam; - Food (makanan) - Fun (kesenangan) - Fashion (Pakaian) Tiga hal yang membinasakan diri; - kikir yang di taati - Hawa nafsu yang di ikuti - Pribadi yang berbagga diri (HR. Baihaqi) Tanda orang munafik; Senang dipuji atas sesuatu yang tidak ada pada dirinya, ia benci celaan yang ada pada dirinya, dan marah terhadap orang yang mengoreksi dirinya; ia senang jika mendengar aib saudaranya –Fudhail bin Iyaad- Ketika seorang lelaki berjalan dengan pakaian necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, maka pada hari kiamat Allah akan membenamkannya ke dasar bumi. HR. Baihaqi. Di antara tanda riya; dia malas apabila sendiri, dia giat jika apabila ramai, dia menambah amalnya jika dipuji, & berkuran...

Hampa (Ari Lasso)

Kupejamkan mata ini Mencoba tuk melupakan Segala kenangan indah Tentang diriku..tentang mimpiku Semakin aku mencoba Bayangmu semakin nyata Merasuk hingga ke jiwa Tuhan tolonglah diriku Entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana kau rindukan aku Seperti diriku yang slalu merindukanmu Selalu merindukanmu Tak bisa aku ingkari Engkaulah satu-satunya Yang bisa membuat jiwaku Yang telah mati menjadi berarti Namun kini kau menghilang bagaikan di telan bumi Tak pernah kau sadari bukti bukti cintaku untukmu Entah di mana dirimu berada Hampa terasa diriku tanpa dirimu Adakah di sana kau rindukan aku Seperti diriku yang slalu merindukanmu Selalu merindukanmu

bingkai

Tahukah apa yang kufikirkan tentangmu, Dik? Ia lah ketakutan, Aku takut, Ketika masa depanmu tak bisa kurajut. Dengan rajut cinta,, Kau tahu, Tak selamanya mentari kan bersinar... Tapi yakinlah, 'Kan ada pelangi setelah hujan.. Aku memang bukan malaikat,, Kutahu kau yang akan genggam sendiri janji kehidupan itu,, Tapi, Dik.. Rembulan selalu ada, bukan? Tak peduli siang ataupun malam Aku lah rembulan itu, Sayang Tapi maaf, sinarku tak pernah cukup terang Hanya cukup untuk melihat dalam remang Seperti lentera Dian Yang tak kunjung padam Cikarang, kelabu kerinduan

Pahlawan tak dikenal

Buah pena karya Toto Sudarto Bachtiar Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata ; kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur, sayang Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu Dia masih sangat muda Hari itu, sepuluh november, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata ; aku masih sangat muda

Teratai (kepada Ki Hajar Dewantara)

Sebuah Puisi oleh; Sanusi Pane Dalam kebun tanah airku Tumbuh sekuntum bunga teratai Tersembunyi kembang indah permai Tidak terlihat orang yang lalu Akarnya tumbuh di hati dunia Daun bersemi Laksmi mengarang Biarpun dia diabaikan orang Seroja kembang gemilang mulia Teruslah 'O teratai bahagia Berseri di kebun Indonesia Biar sedikit penjaga taman Biar pun engkau tidak dilihat Biar pun engkau tidak diminat Engkau pun turut menjaga zaman

Aku

Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan akan akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Adab Menuntut Ilmu

Adab Menuntut Ilmu Kalian tentu udah sering mendengar hadist dan firman Allah SWT tentang kewajiban menuntut ilmu, ya guys? Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Perintah menuntut ilmu yang Allah tetapkan tentu bukan tanpa alasan. Dalam Al Qur’an telah di jelaskan, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” Subhanallah, apa sih yang nggak ada di Al Qur’an? Semua ilmu udah tercatat dengan jelas dalam kitab suci kita. Dan sebagai ummat Nabi Muhammad Saw, kita mewarisi mukjizat beliau. Al Quran di turunkan dengan seribu keajaiban di dalamnya. Mulai dari Ilmu politik, kesehatan, wanita, rumah tangga, kiamat, dsb. Salah satu yang akan kita bahas di sini adalah tentang  “Adab Menuntut Ilmu” Hanya sedikit dari kita yang benar-benar tahu adab dalam menuntut ilmu. Sehingga yang ada dalam benak mereka hanyalah nilai dan mengejar...

Diam

Aku benar-benar membencinya. Duhai, benarlah kata orang, bila mana engkau mencintai, maka engkau pun harus siap di sakiti. Sudah lama kisah ini hanya menjadi milikku. Ya! Hanya milikku. Kisah yang tak pernah indah, karena dia yang kucinta tengah bersama wanitanya. Bercanda, bermanja. Sungguh aku membencinya. Setelah sekian lama bersabar untuk sebuah penantian, mengharap pada janji kehidupan. Sayang, semua tak sesuai yang ku fikirkan Dia tak kan pernah mengerti! Di mana letak keadilan bagi orang yang menjaga perasaannya seperti aku? Pun pada waktu, yang katanya akan menjadi lebih indah bila mencinta dalam diam. Aku membencinya. Bahkan setelah kian lama perasaan itu bersemayam dalam hati. Mengukir indah dalam dada. Puh! Janji kehidupan itu kosong. Dan aku telah sia-sia menyelam di dalamnya. 

Untuk Pahlawan ku

Selamat hari guru Bapak, dan Ibu guru. Semoga pendidikan di SMK N 1 Kebumen semakin maju. Terimakasih untuk semua pengorbanan kalian. Dan maaf untuk semua kesalahan kami, Kesalahan yang tak bisa di ucapkan.. Terimakasih,, Hanya itu yang bisa kami berikan Kami rindu pada Bapak & Ibu guru. Kami berdo'a, semoga Bapak & Ibu guru senantiasa berada dalam lindunganNya.. Apalah yang dapat kami perbuat, Bapak. Apalah yang dapat kami lakukan, Ibu Bahkan setelah kami lepas dari tanggung jawabmu, Kami masih mengharapkan do'a dan keridhoanmu Untuk cita-cita kami Mimpi-mimpi kami Seperti itulah yang engkau dulu ajarkan Agar kami senantiasa tegar Terimakasih untuk Bapak & Ibu guru tercinta. Jasamu tak lekang oleh usia Kasihmu abadi Pejuanganmu hakiki Terimakasih.

Air mata untuk guruku

Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku Sbagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Tak lekang oleh waktu pengabdianmu, Bapak Tak kan hilang kasihmu, Ibu Tanpa mu aku mungkin tiada ‘kan seperti ini Kau senantiasa sabar, Kau tahan semua kenakalan kami Demi sang mentari Bapak. Ibu. Dengan apa kami membalas semua jasamu Dengan apa kami harus berterimakasih Dengan apa? Sedang kerikil tajam siap merombak kami Mimpi-mimpi kami Duhai, Maaf untuk semua salah kami, Bapak Terimakasih atas segala pengorbananmu, Ibu Tak kan hilang meski kini, Kami di rantau orang

Dan Aku Mengikis Mimpinya

Senja, ketika sebuah pesan masuk ke ponselku. “Yayu, ajarin PR Bahasa Inggris.” Itu pesan dari adikku. Entah, tiap kali aku menerima pesan seperti itu, hatiku selalu terasa sesak. Bukan karena enggan mengajarinya. Tapi karena… “Halo,” terdengar suara dari seberang. Aku senang ketika adikku antusias mengerjakan tugas sekolahnya. Dulu, saat dia masih SD, untuk mengajarinya belajar bahkan kami harus beradu mulut. Tapi sekarang, ketika kesadaran belajarnya mulai tumbuh, ketika semangatnya berapi-api, aku justru merasa sedih. “Ngomongnya yang bener! Kalau Bahasa Inggris cara bacanya beda!” bentakku. Dia kembali mengulang sebuah soal yang membuatnya rumit. Tapi begitu ia mengulangi, aku membentaknya lagi. Dia begitu lambat mengerti apa yang ku ucapkan. Hingga kekesalannya membuncah, “Anjing! Belajar cuma di omelin terus!” Lalu suara di seberang terputus. Pipiku terasa hangat. Ah! Seharusnya aku bisa bersabar lagi. Dia, seharusnya kudukung agar tak bosan m...

Hadist tentang orang yang meninggalkan debat

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

for my friend

Hai Dear, Apa kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan ALlah swt. aamiin. Tiga tahun yang lalu kita masih berceloteh ria bersama, membuat gaduh seisi ruangan. Berkejaran ke sana ke mari. Ah, ada banyak hal yang tak bisa ku ceritakan padamu. Apa kabar kalian? Apa kabar hati kalian? Masihkah sama seperti bocah berusia enam belas tahun? ANak-anak yang masih lugu, penurut, polos, tapi sering membuatku tertawa. Kalian, ya! Kalian teman, sosok yang aku rindukan. Dear Friend, Kuharap, entah kalian bersekolah maupun bekerja, semoga dalam lindunganNya. Berkah apa yang dicarinya, dan senantiasa kuat, sabar, pada kehidupan yang keras ini. Semoga, Dia kan terus menjaga kita, menjaga hati kita, supaya tak berjauhan satu sama lain. Saling mengingatkan, menegur, bahkan merangkul. Dear, Semoga kalian di sana senantiasa sehat wal afiat,, dimudahkan mencapai cita-cita. Supaya menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa. aamiin .

Kau, AKu, dan sepucuk ANgpau Merah

"Waw.. kisah paling romantis yang pernah tercipatakan oleh para penulis" itulah kesan pertama saya ketika membaca novel "KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH" setiap halamannya, Tere - Lite berhasilkan menyajikan twist pada novelnya. Keren. Wajib buat kamu yang pingin baca novel romantis ala Tere Liye.  Bahasanya ringan, kisahnya lain dari yang lain. Dan yang paling penting adalah muatan amanatnya yang begitu 'menohok'. hikss Tapi meskipun begitu, novel ini tetap nomor satu di hati saya. :)

Ketika Seorang Daiyyah Bicara Politik

Saya seorang karyawan berusia 20 tahun.Aktivitas yang dilakukan ketika waktu senggang adalah menonton tv (berita), membaca, dan slhamdulillah sudah dua pekan terakhir di isi liqo'. Dari kecil, saya memang suka mengaji ilmu agama. Saya senang bertanya tentang hal-hal yang tidak saya tahu. Dan sampai sekarang rasa ingin tahu saya tentang suatu hal tidak berkurang. Begitupun ketika liqo. Saya seringkali menjadi pendengar. Apapun itu. Entah cerita ibu-ibu tentang perkembangan anaknya, hingga gosip terkini seputar tetangga. Hmm, bagaimana ketika seorang daiyyah berbicara politik? Bagaimana pandangan saya? Jujur, saya orang yang tidak suka berpolitik, tapi anehnya berita politik paling banyak menyedot perhatian saya ketimbang sinetron. Itulah mengapa, saya kadang suka mengkritik orang yang 'asal nyeplos' saja soal partai sebelah. Mengenai sudut pandang orang yang membicarakannya, saya rasa sah-sah saja seorang da'i / da'iyyah berbicara tuntas hal itu. Hanya saja...
Pacaran dalam waktu lama tidak menjamin kekalnya suatu hubungan. Apalah artinya hubungan mesra dengan lawan jenis, jika hubungan itu haram. Dilaknat Tuhan. Jika niatmu baik, segeralah bawa ke orangtua. Urus di KUA. Agar ridho Allah semakin membuat kalian bahagia. Fiddun nya wal akhirah. aamiin.
seorang sahabat bukan dia yang marah karena perbedaan pendapat di antara keduanya, tetapi sahabat sejati ialah ketika ia berusaha memahami perbedaan, kemudian menerimanya sebagai suatu anugerah dari Tuhan.

10 CARA SUKSES MENURUT ISLAM

Allah Swt tidak menginginkan hambaNya menjadi orang yang miskin. Bahkan firmanNya sudah jelas membeberkan bahwasanya Dia menginginkan hambaNya menjadi orang yang kaya. Diharapkan dengan kekayaannya itu manusia akan bisa berbagi dengan sesama, membantu yang lemah, mengasihi fakir miskin, sabilillah, dan ibnu sabil. Orang yang sukses hendaklah selalu berdo'a. Seperti " Robbana aatina fiddunnya hasanah, wa fil ahiroti hasanah wa qina 'adza bannar." Ternyata itu adalah do'a yang paling Allah suka loh :) Allah sangat suka kepada manusia yang dermawan. Olehnya, manusia harus menjadi KAYA. Dalam At-Taubah ayat 105, Dia berfirman, "Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Nah, omong-omong tentang amal, apa sih pengertian dari amal itu? ...

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Bila yang tertulis olehNya engkau yang terpilih untukku Telah terbuka hati ini menyambut cintamu Di sini sgalanya kan kita mula mengukir buaian rindu Yang tersimpan dulu Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama Izinkan aku tuk mencintaimu menjadi belahan di dalam jiwaku Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati Di dalam hidupku... (izinkan aku..) Wahai yang dicinta telah kurela Hadirmu temani relung hatiku Simpanlah jiwaku dalam do'amu Kan kujaga cintamu Wahai yang dicinta telah kurela Hadirmu temani relung hatiku Simpanlah nafasku dalam hidupmu Kan kujaga setiamu "Istriku, kutahu kau bukanlah yang sempurna yang dihadirkanNya untukku, Namun berikanlah aku kerelaan untuk menjadi kesempurnaan di dalam hidupmu. Untuk hari ini dan selamanya di dalam hidup kita. Karena aku ingin mencintaimu dengan imanku. Apapun adanya dirimu Ku kan coba tuk tetap setia Begitu pula adanya diriku Terimalah dengan apa adanya.. Oleh; grup nasyid Maidany

Cara Membuat Background Maker di komputer

Suatu hari saya melihat salah seorang teman kantor yang background nya ada foto dia. Nah saya penasaran bagaimana cara membuat seperti itu? Meletakkan gambar yang kita suka sebagai background (bukan desktop). Nah, setelah bertanya-tanya, berikut cara membuat background maker 1. Pertama, kalian harus mengunduh background makernya. Gambarnya bulat bergambar peta dunia. Ini saya dapatkan dari Mbak Yuli, pas saya tanya bagaimana mengunduhnya, dia bilang ini dikasih sama temen. Ya sudahlah, kalau kalian ingin mencoba aplikasinya, coba cari di mbah google, hehe Dengan nama 'Background maker' 2. Hal yang kedua yang harus kalian siapkan adalah foto atau gambar yang ingin dijadikan sebagai background. Simpan foto / gambar tersebut di lokasi yang ingin di buat background maker. Contoh; di data D komputer kita. 3. Klik kiri ikon Background makernya, klik Next. 4. Centang 'Choose or edit an H TML template for this folder' dan 'Modify background p ic...

7 Kitab Peninggalan Sejarah

Berikut ini ada 7 kitab peninggalan zaman kerajaan di Indonesia Dua diantaranya adalah kitab yang dihasilkan dari zaman kerajaan kediri, sedangkan dua lagi adalah kitab yang dihasilkan oleh empu pada zaman kerajaan Majapahit. 1. Kitab Mahabharata, dikarang oleh Resi Wijaya 2. Kitab Ramayana, dikarang oleh Empu Walmiki 3. Kitab Arjuna Wiwaha, dikarang oleh Empu Kanwa Empu Kanwa hidup pada zaman pemerintahan Raja Airlangga, Kahuripan 4. Kitab Smaradahana, dikarang oleh Empu Darmaja Empu Darmaja hidup pada zaman Raja Kameswara I Kediri. 5. Kitab Bharatayuda, dikarang oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Kedua Empu hidup pada zaman kerajaan Kediri, dengan raja Jayabaya. 6. Kitan Negarakertagama, dikarang oleh Empu Prapanca. Empu Prapanca hidup pada zaman kerajaan Majapahit. 7. Kitab Sutasoma, dikarang oleh Empu Tantular Disalin dari  http://ruanasagita.blogspot.com/2013/05/7-kitab-peninggalan-sejarah-dan.html  sebagai bahan pelajara...

Tu(h)an kami MATI

Tu(h)an Kami hanya orang kecil. Kami sudah kenyang terus  menerus mengecap derita. Hidup dengan serba keterbatasan. Tuan, Setelah puluhan tahun kita merdeka, sok pintar. Ingin diakui kedaulatan oleh negara lain. Namun nyatanya tak satu pun pemimpin kami mampu memerdekakan kami. Mereka justru menjadikan kami kacung di tanah kami sendiri. Menjadi budak-budak yang tiada berharga. Ah, rasanya kami ingin balik saja dijajah oleh mereka, Tuan. Jika pilihan itu mampu membuat kami keluar dari semua beban hidup ini. Tu(h)an Tanah kami. Tempat hidup kami. Tempat kepasrahan kami pada Tuhan. Dan para penguasa-penguasa culas itu. Tanah yang telah kami tempati puluhan tahun. Kemudian kami tiba-tiba diusir dari tanah kami sendiri. Adilkah ini Tu(h)an? Inikah kemerdekaan sesungguhnya negeri ini? ??? dan di saat kami tengah menikmati banjir airmata, kalian tengah asyik membicarakan gaji yang berlipat. Kursi kekuasaan dengan segala gemerlapnya. Suka kah kalian Tuan? Inilah kemerdekaan un...

“KATANYA ORANG JAWA, TAPI KOK NGGAK BISA BAHASA JAWA?!”

Sering mendengar celetukan itu? Atau malah orang lain yang mengatakan itu kepada kita? Duh, malunya kalau kita yang kena. “ajining diri saka lathi” Kira-kira begitulah ungkapan dalam bahasa Jawa yang intinya bahwa orang lain menilai dan menghormati kita dari cara berbicara. Saat kita berbicara dengan orang dengan bahasa yang sopan santun, rendah hati, dan menghormati lawan bicara, tidak menutup kemungkinan bahwa orang lain juga akan menghormati kita. Begitu juga sebaliknya. Ketika kita berbicara dengan orang lain dengan sembrono, sopan santunnya tidak dijaga, ditambah pola bahasa yang amburadul mungkin orang lain akan menilai kita “Katanya orang Indonesia, tapi perilakunya kok tidak mencerminkan adab orang timur.” Betapa pentingnya peran bahasa untuk menciptakan komunikasi yang baik. Terlebih dalam dunia global yang saat ini menuntut seseorang untuk menguasai bahasa international jika tidak ingin terkucilkan dari dunia luar, dunia penuh kebebasan. Masuknya budaya b...

Morse when I know

Ano Bonaparte Coca cola Domire Es Father Johan Golongan Himalaya Islam Jaoloro Kohinor Lamonade Motor Notes Otoskop Pertolongan Qogocaro Rasogen Sahara Tong Uniform Ventilator Widoro Xosandero Yosimono Zoroaster Aku masih belum bias menghilangkan ingatan itu. Sungguh dua tahun aktiv di Pramuka membuat hidupku lebih berarti. Aku mengenal banyak hal. Bahkan untuk hal-hal kecil yang mungkin tak berarti. Morse. Dulu sewaktu SMP aku tidak suka morse. Bahkan hafal pun tidak. Tapi semenjak ikut di organisasi pramuka SMK, aku tertantang untuk belajar. Awalnya kesulitan karena banyaknya titik dan garis yang harus kuhafal. Begitupun semaphore, sandi rumput, dan lain-lain. Tapi ketika kelas X, menjadi adik ambalan Ksatria Gudep 39-40 SMK Negeri 1 Kebumen, kakak dewan mengajari kami cara mudah untuk mengingat morse. Singkatan itu yang kami hafalkan. Terbukti ampuh dan mujarab ternyata untuk kehidupan sandi itu di hatiku. Terimaka...
Menyanyilah, Sayang Fajar telah melepas peluk langit kala itu Bertabur cahaya merah ke-emasan Tapi bukan mentari, sayang Dan kedamaian-kedamaian seolah hanya teori Sepenggal humoran yang menikam hati Anakku, jangan menangis Di luar kita telah dikepung teroris Tenang, tenanglah, Sayang Akan Ibu beri engkau susu sampai kenyang Jangan kau pinta bermain di luar, permata kecilku Di sana mereka  mengincar jantungmu Dengan  bedil-bedil yang penuh dengan peluru                 Diamlah, menyanyilah di sini Bersama dawai-dawai kerinduan pada Ilahi Lantunkan kalimat rindumu, Sayang Sebentar lagi kita akan pulang
Cinta, bibirku tak henti ingin berkisah tentangmu, tentangku, tapi bukan lagi tentang kita. Aku seharusnya tahu bahwa kamu tak bisa dipaksakan. Aku harusnya sadar dan tahu alasan kenapa harus menjauh saat ini. Ini salahku, cinta. Biarkan aku menjauh, mencari cinta yang hakiki. Bisakah kau antarkan aku pada kebahagiaan yang sesungguhnya? Aku sungguh tak tertarik lagi denganmu. Aku ingin pulang. Meninggalkanmu di sudut-sudut kotor hati ini. Cinta, biarkan aku memilih-Nya sebagai cinta terakhirku. Biarkan aku pergi. Sepandai apapun kau berdusta, tetap akan terbongkar jua.. Kini luka itu kembali basah setelah sekian lama hampir mengering. Kaukah itu, sebuah perasaan yang banyak dipuja orang? Namun kini justru menjadi bumerang yang amat menyakitkan. Cinta, biarkan aku memilih Dia sebagai pelabuhan cinta terakhirku. Aku memilih-Nya karena Dia memang benar-benar mencintaiku. Yang membuka semua kebohongan-kebohongan itu. Aku ingin damai... Jika wanita itu benar-benar menjadi pilih...

Untukmu, Ibu

Kupersembahkan sepucuk surat rindu ini. Bu, apa kabrmu di sana? Semoga kau sentiasa dalam limpahan kasih sayang-Nya. Aamiin. Bu, tak terasa sudah tiga kali ramadhan nanda lalui tanpa sepenuhnya bersamamu. Apa kau merasakan rindu yang sama seperti nanda, Bu. Sekarang, nanda harus bangun sendiri. Nggak ada yang mengingatkan nanda untuk shalat, bakti sama orang tua, dan berbagi. Bu, kau tahu? Selalu nanda sematkan namamu dalam kidungan rinduku. Tahukah, Bu, nanda bahkan kini tak menyadari sudah sama dari separuh dari usiamu. Tapi sejauh ini nanda belum bisa memberikan apa-apa. Maafkan nanda, Bu. Bu, nanda rindu. Sungguh teramat rindu. Kampung halaman yang telah lama nanda tinggal, embo'an sapi di kandang, ah.. semua Bu. Aku menginginkan semuanya. Tapi bagaimanalah mengeja rerupa rindu itu? Cukupkah do'a yang akan mempertemukan kita, Bu. Nanda ingin pulang... :(

Sayap yang retak

Tanggal 16 Juni ini, ia pun masih menyematkan luka padaku. Entah apa yang membuatku masih ingin terus menatap meski awan putih menyelimutinya. Bulan ke 18 dalam dekapan Juni ini masih tersimpan rapih namamu, juga surga yang belum sempat terjamah itu.   Ende, kamu tahu itu. Di mana lagi aku ' kan menziarahi kota-kota dalam pelukan gelombang laut. Juga gunung-gunung yang menjulang tinggi bak tangga menuju langit. Dan gugusan bintang yang sekarang semakin menyepi menambah sisa-sisa rinduku yang entah beralamatkan siapa.             Di hari yang menjadi sejarah bagimu, dan bagiku, tapi bukan bagi kita. Aku ingin menitipkan satu bintang yang dulu selalu kamu hadiahkan untukku setiap malam.  Ah, ingin aku merutuki malam-malam ini. Semua tentangmu membias kembali dalam memori kenangan yang mengakar dalam sudut hati ini. “Kamu galau lagi?” Bintang seolah bertanya, membuyarkan barisan-barisan kenangan yang mulai jelas mem...