Kupersembahkan sepucuk surat rindu ini.
Bu, apa kabrmu di sana? Semoga kau sentiasa dalam limpahan kasih sayang-Nya. Aamiin.
Bu, tak terasa sudah tiga kali ramadhan nanda lalui tanpa sepenuhnya bersamamu. Apa kau merasakan rindu yang sama seperti nanda, Bu.
Sekarang, nanda harus bangun sendiri. Nggak ada yang mengingatkan nanda untuk shalat, bakti sama orang tua, dan berbagi.
Bu, kau tahu? Selalu nanda sematkan namamu dalam kidungan rinduku. Tahukah, Bu, nanda bahkan kini tak menyadari sudah sama dari separuh dari usiamu. Tapi sejauh ini nanda belum bisa memberikan apa-apa. Maafkan nanda, Bu.
Bu, nanda rindu. Sungguh teramat rindu.
Kampung halaman yang telah lama nanda tinggal, embo'an sapi di kandang, ah.. semua Bu. Aku menginginkan semuanya.
Tapi bagaimanalah mengeja rerupa rindu itu?
Cukupkah do'a yang akan mempertemukan kita, Bu.
Nanda ingin pulang... :(
Bu, apa kabrmu di sana? Semoga kau sentiasa dalam limpahan kasih sayang-Nya. Aamiin.
Bu, tak terasa sudah tiga kali ramadhan nanda lalui tanpa sepenuhnya bersamamu. Apa kau merasakan rindu yang sama seperti nanda, Bu.
Sekarang, nanda harus bangun sendiri. Nggak ada yang mengingatkan nanda untuk shalat, bakti sama orang tua, dan berbagi.
Bu, kau tahu? Selalu nanda sematkan namamu dalam kidungan rinduku. Tahukah, Bu, nanda bahkan kini tak menyadari sudah sama dari separuh dari usiamu. Tapi sejauh ini nanda belum bisa memberikan apa-apa. Maafkan nanda, Bu.
Bu, nanda rindu. Sungguh teramat rindu.
Kampung halaman yang telah lama nanda tinggal, embo'an sapi di kandang, ah.. semua Bu. Aku menginginkan semuanya.
Tapi bagaimanalah mengeja rerupa rindu itu?
Cukupkah do'a yang akan mempertemukan kita, Bu.
Nanda ingin pulang... :(
Komentar