Cinta, bibirku tak henti ingin berkisah tentangmu, tentangku, tapi bukan lagi tentang kita.
Aku seharusnya tahu bahwa kamu tak bisa dipaksakan. Aku harusnya sadar dan tahu alasan kenapa harus menjauh saat ini. Ini salahku, cinta. Biarkan aku menjauh, mencari cinta yang hakiki.
Bisakah kau antarkan aku pada kebahagiaan yang sesungguhnya?
Aku sungguh tak tertarik lagi denganmu. Aku ingin pulang. Meninggalkanmu di sudut-sudut kotor hati ini. Cinta, biarkan aku memilih-Nya sebagai cinta terakhirku. Biarkan aku pergi.
Sepandai apapun kau berdusta, tetap akan terbongkar jua..
Kini luka itu kembali basah setelah sekian lama hampir mengering.
Kaukah itu, sebuah perasaan yang banyak dipuja orang? Namun kini justru menjadi bumerang yang amat menyakitkan.
Cinta, biarkan aku memilih Dia sebagai pelabuhan cinta terakhirku. Aku memilih-Nya karena Dia memang benar-benar mencintaiku. Yang membuka semua kebohongan-kebohongan itu. Aku ingin damai...
Jika wanita itu benar-benar menjadi pilihanmu, aku tak ingin membenci. Do'aku bersamamu, semoga kau bahagia dalam balutan keluarga Samawa..
Dan aku akan tetap jatuh cinta pada Rabbku...
Jangan khawatir, aku selalu menaruh harap agar Dia memberikan lelaki yang juga menjaga hatinya buatku. Seperti aku menjaga hatiku untuknya. Kuharap kau mengerti.
Suatu saat nanti, aku yakin seseorang kan datang pada orang tuaku. Insya Allah, jika Allah ridho kami pun akan menyusulmu membangun istana kebahagiaan yang abadi. Bersama cinta dan ridho-Nya.
Aku tak menyesal mengenalmu, kuharap pilihanku kali ini tepat untuk mencintai-Nya.
Aku seharusnya tahu bahwa kamu tak bisa dipaksakan. Aku harusnya sadar dan tahu alasan kenapa harus menjauh saat ini. Ini salahku, cinta. Biarkan aku menjauh, mencari cinta yang hakiki.
Bisakah kau antarkan aku pada kebahagiaan yang sesungguhnya?
Aku sungguh tak tertarik lagi denganmu. Aku ingin pulang. Meninggalkanmu di sudut-sudut kotor hati ini. Cinta, biarkan aku memilih-Nya sebagai cinta terakhirku. Biarkan aku pergi.
Sepandai apapun kau berdusta, tetap akan terbongkar jua..
Kini luka itu kembali basah setelah sekian lama hampir mengering.
Kaukah itu, sebuah perasaan yang banyak dipuja orang? Namun kini justru menjadi bumerang yang amat menyakitkan.
Cinta, biarkan aku memilih Dia sebagai pelabuhan cinta terakhirku. Aku memilih-Nya karena Dia memang benar-benar mencintaiku. Yang membuka semua kebohongan-kebohongan itu. Aku ingin damai...
Jika wanita itu benar-benar menjadi pilihanmu, aku tak ingin membenci. Do'aku bersamamu, semoga kau bahagia dalam balutan keluarga Samawa..
Dan aku akan tetap jatuh cinta pada Rabbku...
Jangan khawatir, aku selalu menaruh harap agar Dia memberikan lelaki yang juga menjaga hatinya buatku. Seperti aku menjaga hatiku untuknya. Kuharap kau mengerti.
Suatu saat nanti, aku yakin seseorang kan datang pada orang tuaku. Insya Allah, jika Allah ridho kami pun akan menyusulmu membangun istana kebahagiaan yang abadi. Bersama cinta dan ridho-Nya.
Aku tak menyesal mengenalmu, kuharap pilihanku kali ini tepat untuk mencintai-Nya.
Komentar