Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Saat Hati Ingin Berkata

Duhai, bergetar hati ini saat dua matamu menatap diriku Entah apa namanya aku pun tak tahu Ingin aku menolak tentang rasa itu  Namun sedikitpun aku tak mampu Ada cahaya di matamu Sedikit cahaya itu diam-diam menyelinap di dalam hatiku Ah, hatiku bergetar lagi Saat bayangmu hadir dalam ruang kecil ini Ya Rabbi Izinkan aku jatuh cinta Pada dia pemilik mata bercahaya Yang kan tuntun aku tuk semakin mencintai Mu Yang kan menjaga ragaku juga hatiku aamiin

ISMAIL MARZUKI

ISMAIL MARZUKI DI MANAKAH ENGKAU KINI?? Tiada hentinya aku menangis malam itu. Bagaimana tidak? Engkau yang aku puja dalam setiap kidung nyanyianmu kini telah musnah. Mreka seenaknya saja membajak semua milkmu, mengambil tanpa ada balas sedikitpun. Engkau. ISMAIL MARZUKI yang telah memberikan semangat kebangsaan dalam setiap lirik lagu yang kau buat untuk kami. Ahh kenapa dan kenapa??? . Karya karya tanganmu kini enyah sudah. Bahkan untuk kami pemuda pemudi yang kau banggakan tak mampu membuat perubahan dalam negeri ini. Bunda kami menangis :(

ANDAI AKU BUKAN SEORANG BURUH

Seandainya ada satu ruang saja untuk ku,. Untuk mengubah semua garis kehidupanku. Ahh ingin aku berontak dengan semua keadaanku saat ini. Seolah ingin menyalahkan takdir yang telah terlanjur menempel bak parasit dalam hidupku. Ahh,, kenapa?? Ada apa dengan diri ini??? Seolah aku bukanlah diriku lagi. Kemana mimpi yang selalu ku nanti??? kemana perginya alunan musik penuh semangat???  AKU MENANGIS. Ini bukan yang pertama kalinya dalam hidupku. Bahkan aku selalu menangis dan menangis. Kenapa Tuhan begitu tak adil dalam menetapkan takdir hambaNya?? Ataukah aku yang terlalu keji pada diri ku sendiri. Tuhan,, andai Kau takdirkan aku tuk menjadi seperti mereka. Mereka yang setiap hari membawa laptop, bukan aku yang setiap hari menjadi kacung di sawahku sendiri...  Duhai mimpi,, kemana akan ku kejar dirimu?? Kemana akan ku raih semua cita-citaku?? Kemana para kawan yang selalu mendorongku??? Hariku menjadi hitam, ketika cahaya mimpiku hilang. Dan aku bukanlah  seorang yang ...

Dan Kuncup pun Enggan Menjadikan Diri

Dan akhirnya pun aku harus menghentikan pengembaraan cintaku. Karena aku tahu dan amat sangat tahu bahwa diriku tak kan dapatkan lagi hati yang selalu buatku bahagia. Malam - malam ku,, harus kembali ku serahkan pada jangkrik jangkrik di persawahan  sana... . Aku teramat sakit,, dan tak ingin rasanya kembali pada memori trindah yang pernah aku miliki. Aku terlalu rapuh,, Aku tak kan sanggup.. Jika takdir berkata seperti ini,, maka sekuat apapun aku mengelak,, aku tak mungkin dapat melepaskan diri dari belenggu cintaku. Aku tak kan pernah bisa kembali. Kepadamu Cinta,, yang selalu aku rindukan.. Terimakasih, engkau telah memberikan ku kesempatan untuk berbagi rindu, berbagi air mata yang kau sendiri tak suka  air mata menghiasi pipi ku. Karena kau bilang mata ini adalah mata kesayanganmu. Karena kau bilang rindumu akan tetap menjadi milikku.. Aku tak kan pernah lupa itu.. Kembang yang selalu aku nanti mekarnya,, dan akhirnya harus aku terima kembali rasa kecewa itu.. ...

TENTANG SAJAK DALAM KALBU

Hati yang sejenak merindukan mu, sayang Dalam hening, , dalam nyanyian sunyi di relung hati Mendamba akan kisah kita,, Ataukah ia telah tiada?? Tiadakah engkau merindu ku?? Tiadakah kata cinta mu lagi untuk hati ini?? Sedang aku terlalu sering untuk berharap Lagi ,, dan lagi Sebuah kecewa tak henti menghampiri Tidak,, Aku tak kan sanggup  Berdiri sendiri tanpa hadirmu,,  Kekasih yang abadi dalam hati kecilku Rindu,,, Seolah menjadi nyanyi dalam tangisku, Rinduku,, yang tak henti menantimu Dan akankah,, Kuncup bungaku kan layu? Karena tiada air tuk basahi rindu ini Adakah rinduku akan berakhir? Karena tiada pertemuan dalam takdir

AKU BAIK-BAIK SAJA

Tak usah lagi aku berkata tentang diri ini Semua pasti kan tahu betapa duri telah menyelimuti Merampok semua kebahagiaan hanya duka derita yang tertinggal Ah,, apalah dayaku aku seorang perempuan saja Mungkin tak pantas dapatkan sebuah tawa Tentang ini aku tak mau berbagi padamu, kawan Karena aku tahu kau pasti kan terluka juga Aku tahu,, tiada tempatku lagi untuk berbagi Tentang semua rasa asa dan putus asa yang mengayomi Siapalah aku dalam jiwa yang selalu kosong Merasakan kesepian yang tiada bertepi Selalu sendiri dalam langkahku Menyapa embun pun aku tak mampu Lihat , lihatlah kawan Tanpamu aku bukan siapa- siapa Harus bagaimana dan entah kemana arah langkah kaki ini Mencari sebuah jawab dari suatu tanyaku sendiri Lihat ,, lihatlah  diriku kawan Seorang pecundang yang nyata dalam kehidupan Ah, haruskah aku berteriak supaya semua tahu akan diriku?? Haruskah aku memutus semua ego ku?? Haruskah aku mengemis sebuah senyum mu untuk meredakan tangis ku?? ...

DAUN KEHIDUPAN

Setiap lembaran kehidupan di dunia ini laksana daun. Ia bisa saja selalu segar, tanpa ada cela sedikitpun. Walaupun itu hanya dalam pandangan seorang saja,. Apalah artinya kesempurnaan? jika hanya dalam bentuk fisik belaka..  Hidup itu bukan lagi pilihan. Seperti daun tak pernah memilih menjadi daun apa yang akan menjadi peran nya ke depan. Hidup itu bukan lagi takdir yang harus di ratapi dan di tangisi. Tetapi hidup lebih dari apa yang selama ini kau usahakan dan apa yang selama ini kau dapatkan.  Dan kita pun seperti daun. Lahir berwarna hijau., pulang berwarna kuning,dan bahkan kering. Namun tak jarang pula dia harus mengakhiri hidupnya sebelum masa itu tiba.  Saya ralat. Semua masa adalah tepat datangnya. Hanya saja seringkali kita mendahului masa itu, sehingga kita tak bisa bersyukur.  Mulailah menjadi seperti daun. Ia bahkan lebih pandai bersyukur daripada kita. Tak ada yang menginginkan lebih dari yang ia rasa sekarang ini. Bahkan seperti daun lembayu...

BILA NANTI AKU PERGI,,,, BUNDA

Bilamana aku jauh nanti, bunda? Adakah engkau akan mencegahku,, dan mengatakan "tinggalah bersama budamu yang renta termakan usia" '. Pabila nanti aku pergi, bunda, Adakah engkau akan mengiringi langkah kaki ini menuju perbatasan kampung terakhir. Jika nanti aku kan dapatkan pujaan hati lalu ku putuskan ku ikuti kemauan hati ini, bunda? Dan ku harus tinggalkan engkau di kampung yang selalu ku rindukan? Akan kah engkau selalu tabahkan hatimu pada hal yang akan buatku terluka? Aku pasti akan merindukan mu dan kampungku. Tanahku berpijak di bawah langit, Tempat ku bernaung daripada badai dan kelukaan hati ini. Bundaku yang ku cinta, Jika nanti aku tlah pergi bersama imamku, dan engkau pun tak kan pernah sendiri, aku tahu doamu kan selalu iringi hati ini, supaya tiada lagi duka menyapa. Aku tahu bundaku, engkau tak kan pernah menghalangi kebahagiaan menyapa diriku. Hanya saja bunda? Aku tak tahu bagaimana nanti seandainya aku membutuhkanmu sebagai pelipur lara dalam duka k...

Izinkan Aku

Siapa aku dalam drama kehidupan ini? Berdiri di atas tanah yang bukan milik ku Siapa aku Yang hadir sebagai penyamun rezekimu Izinkan aku berdiri di atas tanahku sendiri Biarpun lumpur dan darah mengayomi Biarkan aku berdiri di atas tanahku sendiri Demi cinta dan mimpiku yang abadi Siang ku berladang  Meski di sawah orang Malam ku terjaga Mencari secercah asa yang terbuang Di sini tempatku Ku pendam mimpiku Terpenjara egoku Tertahan air mataku Demi cinta mu, Ayah Demi cinta mu, Ibu

UNTUKMU CINTA

Cinta,  Terimakasih engkau pernah datang kepadaku, mengajarkan aku tentang sebuah rasa dan putus asa yang tiada berujung. Terimakasih cinta untuk segalanya. Kau telah berikan aku kesempatan untuk mengenal dan mendengarmu. Melukismu dalam setiap anganku yang beterbangan, entah kemana. Cinta,, saat kau datang menghampiriku, aku tahu bahwa aku tak kan mungkin bisa memilikimu seutuhnya. Seperti yang lain. Terimakasih cinta, untuk segalanya..semuanya.. Aku tahu bahwa aku hanyalah sebagai seorang yang akan terus sendiri,, terus menunggu sampai masa penantianku akan berakhir.  Tapi tak mengapa, aku akan tetap bisa mengenangmu dalam malam , di saat purnama menghampiriku, mengatakan sebuah kerinduan. Kepadamu, yang mengasihiku, yang mencintaiku dalam do'anya,, menyayangiku  lewat nasehatnya. Cinta,,, Aku tak kan pernah berhenti memikirkanmu. Merindukanmu dalam setiap alunan do'aku. Menantimu di dalam kerinduan hati ini.. Tak kan pernah cukup aku merindu dalam tangisku hanya un...

Bintang di sini

Langitku tiada bersemi' bahkan awan kelabu di sana dengan bangga berdiri di singgasananya oh,, langitku kelabu tiada bintang hanya muram dalam kelabuan yang nyata seperti jiwa ini tenggelam dalam kelabu  dan awan yang berbintik Menatap mu,, bintang Aku  merasa kehilangan Aku merindu  Saat canda merasuk jiwa Saat duka berganti bahagia Karena mu kehadiran mu di sisiku Bintangku,  di hati ini dirimu berada terpenjara oleh beribu ego dan kepalsuan namun diriku tau, bintangku  kau kan ada untuk hidup dan menghidupkan  jiwa yang mati akan kisah cinta yang abadi Cikarang, 03 Agustus 2013

SERIBU MAWAR UNTUK MAMA

Pagi ini mendung seperti kemarin. Sang surya pun enggan beranjak untuk menampakkan dirinya lagi, seolah ia telah malas berhubungan dengan bumi. Bagaimana tidak? Bumi yang dulu cantik nan elok kini telah menjelma menjadi tanah yang tandus, kering dan bahkan ganas. Ah, fenomena kehidupan modern di zamanku, atau bahkan mungkin kehidupan tak beradap lagi. Entahlah, aku tak tahu, bingung membedakan mana itu kebiadapan.dan mana itu kemoderenisasian. Aku tak peduli.Bahkan sangat tidak peduli tentang semua itu. tentang diriku pun aku tidak pernah peduli. Ya, aku memang terlahir sebagai orang yang tidak peduli. Mungkin lebih tepatnya lagi setelah aku kehilangan orang yang paling aku sayang. Dia adalah MAMA. Aku Nia. Mamaku  meninggal 3 tahun yang lalu. Ketika itu tahun baru hijriah, ya,, tanggal 1 syura tepat ketika hari terakhirku memiliki seorang mama. Bukan kehendakku untuk kehilangan. Apalagi dia adalah hartaku dan jiwaku, dialah tempat aku menumpahkan segala permasalahanku, dan dia...

KU KEJAR BINTANG DI ENDE

Ku pandang lagi wajah penuh cinta di depanku. Ya, siapa lagi kalau bukan suamiku. Dialah kasih yang besar padaku. Terang tapi diam, berdiri kokoh bak pohon-pohon di belakang rumah kami. Dialah suamiku.'fahmi kasim'. Nama khas orang nusa tenggara.  Mata elang miliknya selalu membuat hati ini berdegup tak karuan. Rangkulannya selalu penuh dengan bisik-bisik cinta. Untukku tentunya. Aku memanggilnya kakak,walaupun kami telah menikah. Dia pun tak keberatan akan hal itu. Tak ada hari tanpa kasih sayangnya. Sekalipun kakak sedang bekerja, kakak selalu ucapkan kata cinta khas miliknya..  'sayang,,' dia memanggilku seperti itu. lagi-lagi aku dibuat melayang olehnya. 'iya ka,,,' kakak merangkulku seperti biasa. namun aku sendiri tak pernah merasakan bosan bila dipeluknya. Ada kehangatan dan kasih sayang yang begitu besar di jiwanya. Ku dengar kakak membuang nafasnya sesekali. 'hari ini bintangnya cerah.. banget... seperti  bintangnya kakak. kenapa ya ?? k...

LILIN KECIL

Jalan ku semakin gelap Tak ada sentir barang penerang Hanya lilin kecil ini lah yang selalu setia temaniku Menyusuri lorong - lorong ketidak pastian Duh ,,Rabbi,,, Kapankah akan tiba waktuku untuk menunggu Jawaban dari setiap do'a ku Penantianku,,, Akankah ia akan selamanya tak punya ujung?? Lilin kecil ku,,, Janganlah engkau padamkan apimu Jangan kau pergi meninggalkan aku Teruslah bersinar dalam kegelapan Terangi jalanku yang semakin tak berujung waktu,,, Lilin Kecil,,,, Hendak ku tanyakan padamu Apakah arti dari diriku yang selalu merindu??? Ah,, semua hilang sudah Tak perlu kau beri jawab padaku Sedang awan - awan disana .. Seolah berlomba ingin mengatakan sesuatu untukku Tapi aku tak tahu ,lilinku Terangkanlah padaku Apa yang ingin dikatakan mereka Apakah tentang diriku yang terlalu buta pada cinta?? Ataukah tentang sekelumit dusta di dunia fana,,,, Cikarang, 17 Juli 2013

RUANG HATI KECILKU

padamu negeri kami berjanji padamu negeri kami berbakti padamu negeri kami mengabdi bagimu negeri jiwa raga kami Apa yang engkau fikirkan tatkala engkau dengar nyanyian itu? mungkin kalian akan berkata "ah, itu nyanyian kuno yang aku dapat sewaktu SD". Tapi mungkin sebagian kalian akan mengatakan " itu janji kami wahai negeriku, tunggu aku menjadi pahlawanmu" Ah, serasa aku ingin menangis sejadi-jadinya. Bagaimana tidak? Sebuah potret kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan keinginanku. Dalam anganku aku ingin menjadi bagian dari orang yang akan dapat di kenang oleh sebagian yang lain. Aku ingin hidup ini berubah haluan kepada mereka yang dengan gigihnya berjuang melawan para perampas hak-hak dan nilai moral. Akankah mimpiku terwujud? Ataukah akan sekedar menjadi mimpi yang tak kan pernah pasti.. Padamu Negeriku,, aku memang bukan siapa-siapa di antara orang-orang hebat di sekelilingku. Karena aku memang bukan orang hebat, jenius atau orang yang...