Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Seandainya Mathias Benar-Benar ada di Dunia Nyata

  Dalam novel "Cry, Better or Better Yet Beg" sosok Mathias digambarkan sebagai bangsawan yang sempurna di seantero jagat. Sebagai satu-satunya ahli waris keluarga Herdart, dia sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin keluarga yang kaya raya yang memiliki banyak bisnis. Dia merupakan sosok yang paling berpengaruh di Arvis, tempat tinggal Layla, the female main lead.  Layla, perempuan malang yang tinggal di rumah Paman Bill sejak kecil adalah gadis yang sangat cantik. Dalam novelnya, Laila tumbuh menjadi gadis yang pemberani dan terpelajar. Dia mempunyai cita-cita menjadi seorang guru.  Di balik rutinitas kehidupannya, hubungan romance dua sejoli ini menuai banyak pro dan kontra dari pembaca. Banyak yang bilang menjadi Layla cukup menjadi gadis yang penurut sehingga tidak menimbulkan kerugian lainnya di belakang. di satu sisi, banyak juga yang mendukung sikap yang ditunjukan Layla kepada Mathias. Seorang gadis yang hidupnya hanya ingin membahagiakan Paman Bill Remmer tiba-...

When Someone Badmouth Your Team

 Hari ini jadi hari pertama dicaci sama orang, Tapi bukan aku yang dicaci secara langsung.. melainkan timku.  Memang sih, sebagai orang yang pernah kerja di swasta, kultur di lingkungan pemerintahan itu beda banget. Kacau. Ga terstruktur.  Misalnya, kemarin aku jadi notulen rapat. As usual, aku cuma nulis2 poin pentingnya selama rapat tanpa kesimpulan. Sudah aku share tetapi katanya ketua satgas minta tambahan kesimpulan.  Sebagai orang yang nggak paham tentang kasus sintinjau (my bad) I know, aku tanyalah ke ybs yang komplen atas arahan sekertaris,, lalu kemudian,.. Duarrr Yah dia nyebut kalimat - kalimat yang bikin hatiku panas..  Bukan karena cinta, bukan karena dendam..  Sesuatu yang susah dijelaskan dengan kata-kata.  "Kalian ini ngapain aja, kemarin kan ada 4 atau 5 orang yang di atas kan, kenapa ga ada yang bantuin mba pinah. Saya itu udah terlalu banyak yang dipikirkan. Mana sempat memikirkan yang kaya gini-gini." Yah, emang dasarnya udah cenge...