Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Diam

Aku benar-benar membencinya. Duhai, benarlah kata orang, bila mana engkau mencintai, maka engkau pun harus siap di sakiti. Sudah lama kisah ini hanya menjadi milikku. Ya! Hanya milikku. Kisah yang tak pernah indah, karena dia yang kucinta tengah bersama wanitanya. Bercanda, bermanja. Sungguh aku membencinya. Setelah sekian lama bersabar untuk sebuah penantian, mengharap pada janji kehidupan. Sayang, semua tak sesuai yang ku fikirkan Dia tak kan pernah mengerti! Di mana letak keadilan bagi orang yang menjaga perasaannya seperti aku? Pun pada waktu, yang katanya akan menjadi lebih indah bila mencinta dalam diam. Aku membencinya. Bahkan setelah kian lama perasaan itu bersemayam dalam hati. Mengukir indah dalam dada. Puh! Janji kehidupan itu kosong. Dan aku telah sia-sia menyelam di dalamnya. 

Untuk Pahlawan ku

Selamat hari guru Bapak, dan Ibu guru. Semoga pendidikan di SMK N 1 Kebumen semakin maju. Terimakasih untuk semua pengorbanan kalian. Dan maaf untuk semua kesalahan kami, Kesalahan yang tak bisa di ucapkan.. Terimakasih,, Hanya itu yang bisa kami berikan Kami rindu pada Bapak & Ibu guru. Kami berdo'a, semoga Bapak & Ibu guru senantiasa berada dalam lindunganNya.. Apalah yang dapat kami perbuat, Bapak. Apalah yang dapat kami lakukan, Ibu Bahkan setelah kami lepas dari tanggung jawabmu, Kami masih mengharapkan do'a dan keridhoanmu Untuk cita-cita kami Mimpi-mimpi kami Seperti itulah yang engkau dulu ajarkan Agar kami senantiasa tegar Terimakasih untuk Bapak & Ibu guru tercinta. Jasamu tak lekang oleh usia Kasihmu abadi Pejuanganmu hakiki Terimakasih.

Air mata untuk guruku

Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku Sbagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Tak lekang oleh waktu pengabdianmu, Bapak Tak kan hilang kasihmu, Ibu Tanpa mu aku mungkin tiada ‘kan seperti ini Kau senantiasa sabar, Kau tahan semua kenakalan kami Demi sang mentari Bapak. Ibu. Dengan apa kami membalas semua jasamu Dengan apa kami harus berterimakasih Dengan apa? Sedang kerikil tajam siap merombak kami Mimpi-mimpi kami Duhai, Maaf untuk semua salah kami, Bapak Terimakasih atas segala pengorbananmu, Ibu Tak kan hilang meski kini, Kami di rantau orang

Dan Aku Mengikis Mimpinya

Senja, ketika sebuah pesan masuk ke ponselku. “Yayu, ajarin PR Bahasa Inggris.” Itu pesan dari adikku. Entah, tiap kali aku menerima pesan seperti itu, hatiku selalu terasa sesak. Bukan karena enggan mengajarinya. Tapi karena… “Halo,” terdengar suara dari seberang. Aku senang ketika adikku antusias mengerjakan tugas sekolahnya. Dulu, saat dia masih SD, untuk mengajarinya belajar bahkan kami harus beradu mulut. Tapi sekarang, ketika kesadaran belajarnya mulai tumbuh, ketika semangatnya berapi-api, aku justru merasa sedih. “Ngomongnya yang bener! Kalau Bahasa Inggris cara bacanya beda!” bentakku. Dia kembali mengulang sebuah soal yang membuatnya rumit. Tapi begitu ia mengulangi, aku membentaknya lagi. Dia begitu lambat mengerti apa yang ku ucapkan. Hingga kekesalannya membuncah, “Anjing! Belajar cuma di omelin terus!” Lalu suara di seberang terputus. Pipiku terasa hangat. Ah! Seharusnya aku bisa bersabar lagi. Dia, seharusnya kudukung agar tak bosan m...

Hadist tentang orang yang meninggalkan debat

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)