Aku benar-benar membencinya. Duhai, benarlah kata orang, bila mana engkau mencintai, maka engkau pun harus siap di sakiti. Sudah lama kisah ini hanya menjadi milikku. Ya! Hanya milikku. Kisah yang tak pernah indah, karena dia yang kucinta tengah bersama wanitanya. Bercanda, bermanja. Sungguh aku membencinya. Setelah sekian lama bersabar untuk sebuah penantian, mengharap pada janji kehidupan. Sayang, semua tak sesuai yang ku fikirkan Dia tak kan pernah mengerti! Di mana letak keadilan bagi orang yang menjaga perasaannya seperti aku? Pun pada waktu, yang katanya akan menjadi lebih indah bila mencinta dalam diam. Aku membencinya. Bahkan setelah kian lama perasaan itu bersemayam dalam hati. Mengukir indah dalam dada. Puh! Janji kehidupan itu kosong. Dan aku telah sia-sia menyelam di dalamnya.
Sebuah tempat di mana cerita-cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari, refleksi, dan momen kecil yang penuh makna dibagikan. Dari tawa, air mata, hingga pelajaran hidup, setiap tulisan adalah pengingat bahwa setiap hari punya cerita yang pantas untuk dikenang dan diceritakan.