Tanggal 16 Juni ini, ia pun masih menyematkan luka padaku. Entah apa yang membuatku masih ingin terus menatap meski awan putih menyelimutinya. Bulan ke 18 dalam dekapan Juni ini masih tersimpan rapih namamu, juga surga yang belum sempat terjamah itu. Ende, kamu tahu itu. Di mana lagi aku ' kan menziarahi kota-kota dalam pelukan gelombang laut. Juga gunung-gunung yang menjulang tinggi bak tangga menuju langit. Dan gugusan bintang yang sekarang semakin menyepi menambah sisa-sisa rinduku yang entah beralamatkan siapa. Di hari yang menjadi sejarah bagimu, dan bagiku, tapi bukan bagi kita. Aku ingin menitipkan satu bintang yang dulu selalu kamu hadiahkan untukku setiap malam. Ah, ingin aku merutuki malam-malam ini. Semua tentangmu membias kembali dalam memori kenangan yang mengakar dalam sudut hati ini. “Kamu galau lagi?” Bintang seolah bertanya, membuyarkan barisan-barisan kenangan yang mulai jelas mem...
Sebuah tempat di mana cerita-cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari, refleksi, dan momen kecil yang penuh makna dibagikan. Dari tawa, air mata, hingga pelajaran hidup, setiap tulisan adalah pengingat bahwa setiap hari punya cerita yang pantas untuk dikenang dan diceritakan.