Kesan pertama saya sebelum membaca buku bunda Asma Nadia
yang berjudul “Catatan Hati Seorang Istri” kurang menarik. Pasalnya, saya
mengira kalau di dalamnya hanyalah berisi wejangan-wejangan yang sudah sangat
sering di sampaikan oleh para orang tua.
Saya hanya meminjam buku dari tetangga kontrakan. Pada waktu
itu saya main ke rumahnya dan melihat banyak sekali buku-buku disana. Dari
kecil saya memang suka membaca, makanya pas saya melihat ada banyak buku saya
antusias untuk meminjam.
Karena feeling saya yang mengatakan kurang menarik itulah
membuat saya kurang bersemangat membacanya. Namun, setelah sampai pada
kisah-kisahnya, saya begitu hanyut dalam tulisan bunda Asma. Kalimatnya begitu
menyentuh dan saya gagal membendung air mata ini. Kebanyakan yang di tulis
adalah benar adanya. Tentang kisah-kisah rumah tangga saat ini. Subhanallah, saya
menemukan hal berbeda ketika membaca satu demi satu kisah yang di tulis saya
jadi ingin terus mengulang dan mengulang.
Saya ikut merasakan sakit hatinya para istri ketika mereka di
madu. Namun betapa kuatnya hati mereka untuk menerima dan berbagi kasih dengan
yang lain.
Terimakasih bunda, melalui buku itu saya jadi sedikit lebih
mengerti bagaimana harus bersikap menjadi seorang istri kelak jika sudah
berumah tangga supaya menjadi keluarga yang Samara. Saya mohon do’a selalu
semoga Allah mempertemuka saya dengan orang yang akan menuntun saya menuju
JannahNya. aamiin
Komentar