Silfa mempunyai adik laki-laki yang sangat bandel. Namanya Kiki. Sifat mereka sangat jauh. Silfa pendiam tetapi malu-malu sedangkan Kiki cenderung hiperaktif. Semua mainan yang di wariskan Silfa di rusaknya. Padahal ketika kecil Silfa begitu berhati-hati dengan barang mainannya. “adik bisanya Cuma ngerusak doang. Kakak yang punya juga tidak pernah ngerusak. Dasar bandel” bentak Silfa ketika mengetahui boneka Barbie kaesayangan telah di pereteli oleh adiknya. Geram dan marah bercampur jadi satu. Ingin rasanya dia menjewer Kiki biar hilang nakalnya. Sejauh ini Silfa masih bisa membendung emosinya. Meskipun sangat marah, tapi ia tidak pernah main tangan kepada adik satu-satunya itu. Bagimanapun ia adalah anak sulung dan harus bisa memberikan contoh yang baik untuk adiknya itu. Apalagi ia harus maklum bahwa adiknya masih terlalu kecil untuk megerti apa yang ia inginkan. “dhe, sini main sama mbak” “mau, sama Ibu aja” “eh mbak mau beli jajan loh, ikut ga?” “ndong (gendong)” Se...
Sebuah tempat di mana cerita-cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari, refleksi, dan momen kecil yang penuh makna dibagikan. Dari tawa, air mata, hingga pelajaran hidup, setiap tulisan adalah pengingat bahwa setiap hari punya cerita yang pantas untuk dikenang dan diceritakan.