Langsung ke konten utama

Resensi Buku "Catatan Hati Ibunda"

Judul Buku                             : Catatan HatiIbunda
Penulis                                  : Asma Nadia,Dkk
Penerbit                                : Asma NadiaPublishing House
Tahun Terbit                         : 2013
Kota Terbit                            :Depok
Tebal Buku                            : 304 hlm & viii
Jenis Buku                             : Non Fiksi

 “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia
(QS. Al Kahfi: 46).

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada(sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
(QS. Luqman: 16)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri-diri dan keluarga kalian dari api neraka.” [At-Tahrîm: 7]

Bunda mana sih yang tidak ingin anaknya menjadi anak – anak yang sholeh dan shalihah?Tentu semua menginginkannya. Tapi, apakah semudah itu? Hanya cuap – cuap dan menerapkan metode ‘harus begini harus begitu’ kepada anak? Beruntung kalau anak kita nurut, nah kalau bandel? Bisa – bisa sang anak malah takut, apalagi sampai bosen sama apa yang kita sampaikan. Wah, jangan – jangan hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Hehe

Dalam Al Qur’an begitu banyak di sebutkan firman Allah SWT yang memperingatkan orangtua supaya mendidik anaknya. Tentu saja bukan hanya pendidikan dunia saja,pendidikan agama ( ketauhidan ) juga amat penting untuk kehidupan anak kelak.
Pada zaman Nabi, anak – anak sudah hafal Al Qur’an. Orangtua pun mendidik anaknya dengan mental siap mati syahid. Itulah salah satu bukti ketaatan mereka patuh kepada perintah Allah dan Rasulnya dalam membela agama Islam.
Tentu berbeda dengan zaman kita hidup sekarang. Agama Islam justru berkembang dengan pesat dan tidak ada lagi larangan untuk memeluk agama mulia ini. Lalu, apakah hanya dengan mengislamkan diri sudah masuk kategori taat? Tentu tidak.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman",sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benardan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." QS. Al Ankabut 2-3

Begitu banyak ujian yang akan menghampiri, terutama kepadai bunda yang sedang berjuang mendidik anaknya supaya menjadi generasi yang berkualitas.
Perkembangan zaman menuntut para ibunda lebih kreatif dalam menjejali anak dengan ilmu – ilmu pengetahuan. Alat yang serba canggih cenderung membuat mereka asyik dengan dunianya sendiri dan acuh dengan oranglain. Mungkin hadist di bawah ini akan menjadi renungan buat kita semua

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya”(HR. Bukhari 5589, Muslim 70)

Nah, bagaimana mungkin seseorang akan memuliakan tetangganya jika ia bersikap acuh? Belum dengan kenakalan yang lain yang harus di hadapi oleh para ibunda. Tentu membutuhkan kesabaran yang luar biasa.
Ketika anak demo menuntut kasih sayang, ketika anak memulai terjerumus kepada hal – hal yang berbau maksiat, bagaimana cara mengatasi dan mengarahkan agar sang anak bisa menerima ‘hidayah’ kembali?
Pun ketika kita kehilangan permata hati kita, tentu begitu berat untuk move on dari keterpurukan. Apakah yang membuat bunda begitu tegar hingga ia mampu mengiklaskan sang buah hati menghadap Ilahi begitu cepat?

Buku “Catatan Hati Ibunda” akan mengantarkan anda kepada kisah para Ibunda dengan buah hatinya. Kasih sayang, kehilangan, pendidikan yang terkadung di dalamnya akan membuat anda terkagum – kagum bagaimana bunda Asma Nadia bisa mengemas cerita – cerita ini dengan begitu apik, inspiratif,dan tentu saja memberi pelajaran khususnya bagi para calon Ibu. 
Nah, untuk para calon Ibu, baca yuk buku "Catatan Hati Ibunda" semoga kita bisa mengambil pelajaran dan bisa mendidik anak - anak kita menjadi anak yang sholeh dan shalihah. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...