Langsung ke konten utama

Sayang Semua

Silfa mempunyai adik laki-laki yang sangat bandel. Namanya Kiki. Sifat mereka sangat jauh. Silfa pendiam tetapi malu-malu sedangkan Kiki cenderung hiperaktif. Semua mainan yang di wariskan Silfa di rusaknya. Padahal ketika kecil Silfa begitu berhati-hati dengan barang mainannya.
“adik bisanya Cuma ngerusak doang. Kakak yang punya juga tidak pernah ngerusak. Dasar bandel” bentak Silfa ketika mengetahui boneka Barbie kaesayangan telah di pereteli oleh adiknya. Geram dan marah bercampur jadi satu. Ingin rasanya dia menjewer Kiki biar hilang nakalnya. Sejauh ini Silfa masih bisa membendung emosinya. Meskipun sangat marah, tapi ia tidak pernah main tangan kepada adik satu-satunya itu.
Bagimanapun ia adalah anak sulung dan harus bisa memberikan contoh yang baik untuk adiknya itu. Apalagi ia harus maklum bahwa adiknya masih terlalu kecil untuk megerti apa yang ia inginkan.
“dhe, sini main sama mbak”
“mau, sama Ibu aja”
“eh mbak mau beli jajan loh, ikut ga?”
“ndong (gendong)”
Setelah beberapa kali dirajuk akhirnya si gembrot mau juga main sama Silfa. Ibu terlalu lelah jika mengurus si kecil, maka atas inisiatif sendiri Silfa ingin membantu Ibu. Silfa tidak ingin Ibu menangis.
Orangtua Silfa bekerja sebagai petani. Mereka hidup hanya pas-pasan. Alhamdulillah Silfa adalah anak yang shalihah, ia tak pernah merepotkan Bapak dan Ibunya satu kali pun. Malah Silfa selalu membantu meringankan pekerjaan mereka semampu Silfa.
“nduk, hal yang membuat kami bahagia bukanlah uang. Tetapi jika kita semua berkumpul seperti ini guyub rukun ndak ada yang saling bermusuhan, Ibu bahagia sekali nduk. Ibu mohon sama kamu jadi Mbak yang baik buat Kiki. Kasih dia contoh yang baik-baik. Kamu harus mengalah sama adik kamu. Dia itu kan masih kecil, belum mengerti apa yang harus di lakukan. Kamu ngerti kan nduk?”
“Silfa ngerti bu” gadis kecil itu mendekat memeluk wanita paruh baya yang sangat di kasihinya itu.

Silfa juga tidak pernah meninggalkan sholat. Kata pak guru agama semua orang Islam wajib melaksanakan sholat. Kalau tidak mereka akan masuk neraka. Hii ngeri, soalnya neraka itu apinya gede banget. Pasti panas deh soalnya waktu Silfa kejatuhan bara plastik saja sudah teriak-teriak minta ampun.
Silfa ingin masuk Syurga. Di sana adem, tidak khawatir lapar. Kalau kepingin roti sisir tinggal minta sama Alloh, ntar rotinya dating sendiri. Terus di sana juga tidak usah khawatir kelaparan, tidak khawatir kepanasan. Pokoknya enak deh seperti yang pak guru bilang.
Silfa juga anak yang pandai, bukan hanya pelajaran sekolah yang di bintanginya, ketrampilan pun ia mahir. Sikapnya santun, tidak pernah mengecewakan orang lain dan selalu membantu teman-temannya yang sedang kesusahan.
Waktu itu Dian teman satu bangkunya lupa tidak membawa buku LKS, tak sungkan Silfa meminjamkannya. Mereka adalah sahabat yang baik. Tidak seperti Rose. Rose itu galak kepada teman-temannya. Dia juga pelit dan pilih – pilih teman. Rose hanya mau berteman dengan anak orang kaya dan cantik. Karena sikap jahatnya teman – teman Rose suka memanggilnya dengan sebutan nenek sihir. Hihihih

Rose tak menunggu waktu lama untuk membuat geger seisi kelas. Pernah ketika Wawan meminjam pensil kepada Silfa, Rose meledek sejadi-jadinya. Ia menuduh bahwa mereka pacaran.
“cie cie,, Wawan pacaran sama Silfa nih”
Begitu sampai Silfa mau menangis karena di ledekin kecil – kecil sudah pacaran. Hari itu Silfa belajar dengan tidak tenang. Ingin sekali dia menangis tapi kalau Silfa menangis nanti Rose menjadi-jadi meledeknya sebagai anak yang cengeng dan manja.

Biarkan saja lah sikap Rose kemarin sebagai angin lewat. Nanti juga dia kena batunya pikir Silfa. Dia memang tidak mau balas dendam. Kata pak guru agama, dendam itu dosa. Kalau orang dosa nanti masuk neraka. Hii, Silfa takut masuk neraka.
Seminggu lagi menuju ulangan umum semester. Silfa makin rajin belajar. Tak lupa dia juga mengikuti belajar kelompok yang telah di atur di sekolahnya. Mereka belajar giat supaya nanti dapat nilai bagus dan memuaskan. Lain halnya dengan Silfa yang rajin, Rose justru belum terlihat menyiapkan bahan untuk ujian semester. Jangankan belajar kelompok, membuka buku saja tidak. Astaghfirullah,,

Hari itu pun tiba. Terlihat semua siswa tenang menghadapi soal-soal ujian yang di berikan Ibu guru. Hanya Rose yang tampak tengok kanan – kiri supaya dia dapat mengaplikasikan catatan semalam. Menunduk, berhati-hati membuka kertas supaya tidak ada seorangpun yang tahu.
Yess, ujian hari pertama sukses berat buat Rose. Karena Bu guru sama sekali tidak tahu kalau salah satu muridnya berbuat curang.
Hari kedua seorang pak guru pengawas mencurigai tingkah lakunya. Ia harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan misi ini,katanya. Namun lagi-lagi keberuntungan masih berpihak kepadanya. Hari itu ia selamat.
Hari ke-tiga.
“waduh, gawat. Hari ini bu Nina yang bertugas mengawasi ruangan ini. Huh kenapa harus yang galak sih, kan jadi tidak bisa leluasa nyontek” gerutu Rose dalam hati.
Selama tes berlangsung Rose sangat cemas, bagaimana tidak? Bu Nina yang terkenal super galak itu selalu berkeliling mengawasi muridnya. Siswa yang mencurigakan gerak-geriknya mendapat ancama dari beliau.
“kalau ada yang ketahuan nyontek, Ibu tidak akan segan-segan mencabut lembar jawaban kalian. Mengerti!” kata bu Nina sebelum membagikan soal
“mengerti bu guru” jawab murid dengan serempak
Alhasil hari itu Rose sama sekali tidak berani membuka catatan yang telah susah payah di buatnya. Rose pasrah jika harus menjalani remedial. Sudah pasti dia akan mendapatkan nilai jelek karena tidak belajar.

Subhanallah, mulai hari itu Rose tidak pernah lagi mencontek. Baik saat ulangan harian maupun ulangan semester. Rose sudah berjanji akan menjadi anak yang jujur dan tidak akan nakal lagi kepada teman-temannya. Dengan perubahan itu tentu saja semua teman – teman Rose terutama Silfa merasa senang sekali karena mereka akan mendapatkan teman baru.

Hari pengumuman segera tiba. Siswa yang berhasil menjadi juara kelas akan mendapatkan hadiah dari wali kelas mereka. Alhamdulillah, berkat ketekunan belajarnya Silfa berhasil mendapatkan peringkat pertama. Rangking itu ia persembahkan untuk Bapak, Ibu, Kiki dan semua teman-temannya.Silfa mendapat hadiah uang, alat-alat sekolah.
Silfa telah berhasil menunjukan bahwa bukan uang atau pangkat tak menjamin seseorang berhasil, tetapi kemauan dan tekad yang kuat. Untuk berhasil juga harus patuh kepada orangtua, guru dan baik kepada semua orang.
Silfa sayang Bapak yang rela berkorban mencari uang untuk keluarga mereka.
Silfa juga sayang Ibu yang selalu sabar mendidik dan merawat anak-anaknya.
Silfa juga sayang Kiki, meskipun Kiki rewel dan suka jahilin kakaknya.
Silfa sayang semua…

*** TAMAT*** 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...