Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

ANDAI AKU BUKAN SEORANG BURUH

Seandainya ada satu ruang saja untuk ku,. Untuk mengubah semua garis kehidupanku. Ahh ingin aku berontak dengan semua keadaanku saat ini. Seolah ingin menyalahkan takdir yang telah terlanjur menempel bak parasit dalam hidupku. Ahh,, kenapa?? Ada apa dengan diri ini??? Seolah aku bukanlah diriku lagi. Kemana mimpi yang selalu ku nanti??? kemana perginya alunan musik penuh semangat???  AKU MENANGIS. Ini bukan yang pertama kalinya dalam hidupku. Bahkan aku selalu menangis dan menangis. Kenapa Tuhan begitu tak adil dalam menetapkan takdir hambaNya?? Ataukah aku yang terlalu keji pada diri ku sendiri. Tuhan,, andai Kau takdirkan aku tuk menjadi seperti mereka. Mereka yang setiap hari membawa laptop, bukan aku yang setiap hari menjadi kacung di sawahku sendiri...  Duhai mimpi,, kemana akan ku kejar dirimu?? Kemana akan ku raih semua cita-citaku?? Kemana para kawan yang selalu mendorongku??? Hariku menjadi hitam, ketika cahaya mimpiku hilang. Dan aku bukanlah  seorang yang ...

Dan Kuncup pun Enggan Menjadikan Diri

Dan akhirnya pun aku harus menghentikan pengembaraan cintaku. Karena aku tahu dan amat sangat tahu bahwa diriku tak kan dapatkan lagi hati yang selalu buatku bahagia. Malam - malam ku,, harus kembali ku serahkan pada jangkrik jangkrik di persawahan  sana... . Aku teramat sakit,, dan tak ingin rasanya kembali pada memori trindah yang pernah aku miliki. Aku terlalu rapuh,, Aku tak kan sanggup.. Jika takdir berkata seperti ini,, maka sekuat apapun aku mengelak,, aku tak mungkin dapat melepaskan diri dari belenggu cintaku. Aku tak kan pernah bisa kembali. Kepadamu Cinta,, yang selalu aku rindukan.. Terimakasih, engkau telah memberikan ku kesempatan untuk berbagi rindu, berbagi air mata yang kau sendiri tak suka  air mata menghiasi pipi ku. Karena kau bilang mata ini adalah mata kesayanganmu. Karena kau bilang rindumu akan tetap menjadi milikku.. Aku tak kan pernah lupa itu.. Kembang yang selalu aku nanti mekarnya,, dan akhirnya harus aku terima kembali rasa kecewa itu.. ...

TENTANG SAJAK DALAM KALBU

Hati yang sejenak merindukan mu, sayang Dalam hening, , dalam nyanyian sunyi di relung hati Mendamba akan kisah kita,, Ataukah ia telah tiada?? Tiadakah engkau merindu ku?? Tiadakah kata cinta mu lagi untuk hati ini?? Sedang aku terlalu sering untuk berharap Lagi ,, dan lagi Sebuah kecewa tak henti menghampiri Tidak,, Aku tak kan sanggup  Berdiri sendiri tanpa hadirmu,,  Kekasih yang abadi dalam hati kecilku Rindu,,, Seolah menjadi nyanyi dalam tangisku, Rinduku,, yang tak henti menantimu Dan akankah,, Kuncup bungaku kan layu? Karena tiada air tuk basahi rindu ini Adakah rinduku akan berakhir? Karena tiada pertemuan dalam takdir