Seandainya ada satu ruang saja untuk ku,. Untuk mengubah semua garis kehidupanku. Ahh ingin aku berontak dengan semua keadaanku saat ini. Seolah ingin menyalahkan takdir yang telah terlanjur menempel bak parasit dalam hidupku. Ahh,, kenapa?? Ada apa dengan diri ini??? Seolah aku bukanlah diriku lagi. Kemana mimpi yang selalu ku nanti??? kemana perginya alunan musik penuh semangat???
AKU MENANGIS. Ini bukan yang pertama kalinya dalam hidupku. Bahkan aku selalu menangis dan menangis. Kenapa Tuhan begitu tak adil dalam menetapkan takdir hambaNya?? Ataukah aku yang terlalu keji pada diri ku sendiri. Tuhan,, andai Kau takdirkan aku tuk menjadi seperti mereka. Mereka yang setiap hari membawa laptop, bukan aku yang setiap hari menjadi kacung di sawahku sendiri...
Duhai mimpi,, kemana akan ku kejar dirimu?? Kemana akan ku raih semua cita-citaku?? Kemana para kawan yang selalu mendorongku??? Hariku menjadi hitam, ketika cahaya mimpiku hilang. Dan aku bukanlah seorang yang kalian kenal 3 tahun lalu.
Siapa aku??? Jiwa yang selalu merindu sebuah kasih yang abadi. Yang pemberiannya tak kan habis hingga akhir hayat ini. Selalu merindu akan hadirnya sebuah nasehat darimu,, kawan lamaku .
Ahh,,, tapi aku hanyalah seorang buruh. Hidup bergantung pada 'penguasa' manifes-manifes politik..
Aku hanya buruh. Yang tak bisa fokus untuk mengejar mimpi yang tiada pasti..
Duhai,,, siapa gerangan yang tahu gundah gulana ini?? siapa yang tahu derai air mata ini??
Mungkinkah engkau,, atau kalian??
Aku hanya seekor semut dalam kandang macan. Sekali aku menggeliat,, maka aku pun harus siap hengkang dari tanah ini...Tak ada pilihan lain selain diam, diam dan hanya diam. menjalani sebuah kehidupan tanpa arah .
Tapi di saat aku menjadikan diriku sebagai orang yang lain, seperti mimpiku?? aku tak kan sanggup memberikan keadilan apapun,, bahkan untuk diriku sendiri aku tak mampu, , Ah,, semua kan terasa begitu adil, ,dan harus aku syukuri.
Tentang nenek di pinggir jalan, aku tak mampu menahan semua gejolak dalam hatiku. Betapa ia telah renta , keriput,, aku tak kan mampu,, seandainya ia adalah ibuku.
Namun siapa dia? yang hanyalah seorang pengemis dalam pandangan manusia.. siapa dia?? yang aku lihat menangis seorang diri saat mobil tak mau berhenti,,
Ahh,, semua membuka hatiku,, aku yang hanya seorang buruh mengapa begitu cepat mengeluh??
Sedang ia adalah pengemis pinggir jalan di kota Jakarta. .Tapi dia masih bisa bertahan. Meski aku tak tahu bagaimana ia bisa sehebat itu. Nenek itu masih aku ingat betul dalam pandanganku. Plastik minuman yang ia bawa sebagai tempat menaruh rizkinya di situ,, menaruhkan nyawanya,, bahkan orang lain tak ada yang peduli pada hidupnya.
Ya Allah, jagalah dia. Bukalah hati kami supaya kami bisa berbagi. meski dalam susah kami. Beri ia kekuatan selalu supaya tak kan ada lagi putus asa dalam hidupnya.. Jaga,,, jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga kami. Beri ia rizki yang baik,, yang halal,, sayangilah ia,,'
buka lah mata hati para pemimpin kami supaya mereka dapat melihat rakyatnya yang kecil,, . Sadarkanlah mereka supaya mereka segera kembali pada tanggung jawabnya. Aamiin
AKU MENANGIS. Ini bukan yang pertama kalinya dalam hidupku. Bahkan aku selalu menangis dan menangis. Kenapa Tuhan begitu tak adil dalam menetapkan takdir hambaNya?? Ataukah aku yang terlalu keji pada diri ku sendiri. Tuhan,, andai Kau takdirkan aku tuk menjadi seperti mereka. Mereka yang setiap hari membawa laptop, bukan aku yang setiap hari menjadi kacung di sawahku sendiri...
Duhai mimpi,, kemana akan ku kejar dirimu?? Kemana akan ku raih semua cita-citaku?? Kemana para kawan yang selalu mendorongku??? Hariku menjadi hitam, ketika cahaya mimpiku hilang. Dan aku bukanlah seorang yang kalian kenal 3 tahun lalu.
Siapa aku??? Jiwa yang selalu merindu sebuah kasih yang abadi. Yang pemberiannya tak kan habis hingga akhir hayat ini. Selalu merindu akan hadirnya sebuah nasehat darimu,, kawan lamaku .
Ahh,,, tapi aku hanyalah seorang buruh. Hidup bergantung pada 'penguasa' manifes-manifes politik..
Aku hanya buruh. Yang tak bisa fokus untuk mengejar mimpi yang tiada pasti..
Duhai,,, siapa gerangan yang tahu gundah gulana ini?? siapa yang tahu derai air mata ini??
Mungkinkah engkau,, atau kalian??
Aku hanya seekor semut dalam kandang macan. Sekali aku menggeliat,, maka aku pun harus siap hengkang dari tanah ini...Tak ada pilihan lain selain diam, diam dan hanya diam. menjalani sebuah kehidupan tanpa arah .
Tapi di saat aku menjadikan diriku sebagai orang yang lain, seperti mimpiku?? aku tak kan sanggup memberikan keadilan apapun,, bahkan untuk diriku sendiri aku tak mampu, , Ah,, semua kan terasa begitu adil, ,dan harus aku syukuri.
Tentang nenek di pinggir jalan, aku tak mampu menahan semua gejolak dalam hatiku. Betapa ia telah renta , keriput,, aku tak kan mampu,, seandainya ia adalah ibuku.
Namun siapa dia? yang hanyalah seorang pengemis dalam pandangan manusia.. siapa dia?? yang aku lihat menangis seorang diri saat mobil tak mau berhenti,,
Ahh,, semua membuka hatiku,, aku yang hanya seorang buruh mengapa begitu cepat mengeluh??
Sedang ia adalah pengemis pinggir jalan di kota Jakarta. .Tapi dia masih bisa bertahan. Meski aku tak tahu bagaimana ia bisa sehebat itu. Nenek itu masih aku ingat betul dalam pandanganku. Plastik minuman yang ia bawa sebagai tempat menaruh rizkinya di situ,, menaruhkan nyawanya,, bahkan orang lain tak ada yang peduli pada hidupnya.
Ya Allah, jagalah dia. Bukalah hati kami supaya kami bisa berbagi. meski dalam susah kami. Beri ia kekuatan selalu supaya tak kan ada lagi putus asa dalam hidupnya.. Jaga,,, jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga kami. Beri ia rizki yang baik,, yang halal,, sayangilah ia,,'
buka lah mata hati para pemimpin kami supaya mereka dapat melihat rakyatnya yang kecil,, . Sadarkanlah mereka supaya mereka segera kembali pada tanggung jawabnya. Aamiin
Komentar