Menyanyilah, Sayang Fajar telah melepas peluk langit kala itu Bertabur cahaya merah ke-emasan Tapi bukan mentari, sayang Dan kedamaian-kedamaian seolah hanya teori Sepenggal humoran yang menikam hati Anakku, jangan menangis Di luar kita telah dikepung teroris Tenang, tenanglah, Sayang Akan Ibu beri engkau susu sampai kenyang Jangan kau pinta bermain di luar, permata kecilku Di sana mereka mengincar jantungmu Dengan bedil-bedil yang penuh dengan peluru Diamlah, menyanyilah di sini Bersama dawai-dawai kerinduan pada Ilahi Lantunkan kalimat rindumu, Sayang Sebentar lagi kita akan pulang
Sebuah tempat di mana cerita-cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari, refleksi, dan momen kecil yang penuh makna dibagikan. Dari tawa, air mata, hingga pelajaran hidup, setiap tulisan adalah pengingat bahwa setiap hari punya cerita yang pantas untuk dikenang dan diceritakan.