Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Malaikat Maut Melihat Wajahku 70 kali setiap hari

“Bahwa malaikat maut senantiasa memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, di dapati orang itu sedang bergelak – ketawa. Maka Izrail berkata; ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku di utus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.’” HR Abdullah Bin Abbas r.a

Muhasabah...

Assalamu’alaikum hati yang suci,, Masihkah mengingat Dia? Ataukah mengingat dia yang lain? Yang jauh lebih cantik, jauh lebih rupawan di matamu.. kutahu kau tak kan menyukai catatan ini.. tenanglah, dear ini hanya pengingatku saja. Anggaplah alarm cinta.. Iya, cinta kepada Dia.. Dear, kau tahu? Seringkali aku merasa kesepian. Tiada seorang pun yang kelihatannya peduli denganku. Aku seringkali marah.. hmm,, kupikir aku terlalu gila. Aku gila dengan kemewahan dunia.. Dear sahabatku,, Telah berapa kali aku membaca statusmu untuk si dia, yang kau rindu,, yang sedang kau bujuk rayu.. Ah,, nikmatnya dunia kalian …begitu kupikir jika dengan nafsuku.. Tapi dear,, Rupanya inilah cara Allah menjagaku,, Dia ingin agar aku senantiasa dekat padaNya, tak boleh berjauhan.. Ah, mungkin bagi sebagian kalian ini tak adil, bukan? Tertawalah kepadaku yang masih sendiri ini.. Allah, sungguh aku malu.. Aku malu jika nanti datang kepadaMu dengan bergunung-gunung dosa, sebanyak bui...

Keberuntungan ada karena di upayakan

Keberuntungan ada karena di upayakan Seringkali kita merasa rendah, merasa orang yang paling sial di dalam menjalani hidup ini. Terkadang apa yang kita usahakan, yang kita inginkan tak di berikan Tuhan. Misalnya ingin masuk ke kampus yang terbaik. Ingin menjadi juara kelas, ingin menjadi perhatian public, dll. Ketika kita sudah berusaha maksimal, sudah belajar mati-matian kenapa malah tidak di terima? Sedangkan teman kita yang sehari-hari nilainya di bawah kita, mungkin. Yang sikapnya biasa-biasa saja justru di terima. Di sini kita seringkali merasa orang yang paling sial. Dan menganggap teman kita yang diterima seakan-akan dialah orang yang paling beruntung. Nah yang paling parah adalah sikap yang menyalahkan Tuhan. Tapi tahukah kalian bahwa sebuah keberuntungan berawal dari sesuatu yang kecil ialah Habbit (kebiasaan). “Tapi aku udah berusaha maksimal kok, dasar dianya aja yang lagi beruntung.” Hei bro, coba deh tengok ke belakang, cari tahu apa sih yang membedakan antara aku...

Pembagian Rapor

“Ibu, Dede mana?” biasanya aku sebal mengobrol dengan adikku. Tapi kali ini entahlah, aku sedang bersemangat mencari tahu nilai rapornya. “Kamu dapat nilai berapa?” tanyaku penasaran. “Nilainya sekarang berubah, Kak. Cuma nyampe empat.” Katanya pendek. Itu sih gampang. Aku tahu kok, sistem penilaian dengan IPK, mirip orang kuliahan gitu. “Terus kamu dapet berapa, De?” “Paling rendah 2,35. pelajaran bahasa Indonesia.” “Bagus itu, udah nyampe lah setengahnya,” aku memuji, tulus. Siangnya, aku bertandang ke rumah paman. “Rapor Maulana mana? Kakak pinjem dong.” Bocah enam tahun itu gesit. Langsung mengambilkan apa yang ku minta. Aku membaca satu per satu halaman. Mataku terbelalak pada pembagian nilai. 2,35 artinya Cukup. Hanya mentok sekitar 60-70an. Aku tutup muka, sadar atas pujianku atas telefon semalam. Namun aku kembali teringat pesanku untuk Dede. “Kakak nggak mau adik kakak sampai jadi tukang contek. Kakak rela adik kakak nilainya nol hasil juj...

Syair untuk para pejuang Islam

Duhai para pejuang Islam, tetaplah teguh pada ujian Tuhan Sungguh,, semua karena Allah sayang Dia ingin tahu, berapa besar cintamu untuk agama ini.. Dia ingin memelukmu ketika engkau lelah.. Ketika engkau telah merasa kalah Oleh oligarki dan adu argumentasi Allah selalu ada bersama mereka yang senantiasa menolong agamaNya Sungguh karena Allah sayang.. Allah sayang pada kita semua.. Hingga kita tersadar.. Keihlasan adalah barang mahal Ketika akidah mudah di perjual-belikan Ketika Al Qur’an tak lagi jadi sanjungan Ketika iman perlahan hilang O, Tuhan Jangan biarkan kami ‘mati’ Jangan biarkan kami ‘tuli’ Jangan biarkan kami terus tersekap pada dunia fana ini Tuhan Beri kekuatan pada kami Ridhoi setiap perjuangan kami Jagalah kami yang senantiasa taat kepadaMu Sungguh kami rindu.. Karena kami sungguh rindu Engkau Jaga setiap helaan nafas kami Agar tak satu pun lengang tanpa asmaMu Ya Ra...

Dia Kekasih Allah

Malu rasanya mengatakan cinta Kepada dia kekasih Allah Kerana dia insan mulia Sedangkan diriku insan biasa Ku pujuk jua hati dan jiwa Meluahkan rasa cinta membara Didalam pujian ucapan selawat Tanda penghargaan seorang umat Selagi upaya ku turuti ajarannya Apa terdaya ku amalkan sunnahnya Moga didunia mendapat berkat Di akhirat sana beroleh syafaat Kerana peribadinya aku terpesona Kerana budinya aku jatuh cinta Rindu ku padanya tiada terkata Nantikanlah daku ditaman syurga Sesungguhnya apa yang ku dambakan Adalah cinta Allah yang Esa Kerana cinta kepada Rasulullah Beerti cinta kepada Allah

Berat Timbangan

“Anak-anak, kalian tahu tidak siapa saja orang-orang yang akan masuk Surga?” Tanya pak ustad dengan semangat membara. “Tahu, pak ustad..” gema anak-anak dengan semangat empat lima. Usut punya usut, sang ustad, habis memberi iming-iming Surga. Menceritakan keindahan di dalamnya. Beberapa anak malah membuka bukunya. Berebut menjawab pertanyaan sang Ustad. “Yang rajin shalat, Ustad..” Rani, bocah paling cungkring di antara mereka mengacungkan telunjuknya. “Pinter, apa lagi, anak-anak?” Ustad senang karena merasa murid-muridnya sudah paham materi hari ini. “Sedekah, membantu Ibu masak, de-el-el, ustad..” Kimmi tak mau kalah. Mereka musuh bebuyutan. Selain saling iri, badan mereka juga jauh beda. Kimmi gempal sedangkan Rani cungkring. “Kimmi cerdas,, ayo siapa lagi?” kejar pak Ustad. “Yang berat timbangan.. ustad..” kali ini anak yang lain menimpali dengan serentak. “Aku duluan dong yang masuk Surga, kan Ustad?” Kimmi merasa senang. Kali ini dia mutlak menang da...

#Selfie bersama Ust Felix Siauw (Gedung SMESCO, Jakarta)

Ahad, 14 Desember 2014 / 21 Shafar 1436 H. - Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu ( Shahih; HR. Ibnu Majah & At Thabrani ). 3 jalan yang dilakukan orang-orang yang tidak menyukai Islam untuk menghancurkan Islam; - Food (makanan) - Fun (kesenangan) - Fashion (Pakaian) Tiga hal yang membinasakan diri; - kikir yang di taati - Hawa nafsu yang di ikuti - Pribadi yang berbagga diri (HR. Baihaqi) Tanda orang munafik; Senang dipuji atas sesuatu yang tidak ada pada dirinya, ia benci celaan yang ada pada dirinya, dan marah terhadap orang yang mengoreksi dirinya; ia senang jika mendengar aib saudaranya –Fudhail bin Iyaad- Ketika seorang lelaki berjalan dengan pakaian necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, maka pada hari kiamat Allah akan membenamkannya ke dasar bumi. HR. Baihaqi. Di antara tanda riya; dia malas apabila sendiri, dia giat jika apabila ramai, dia menambah amalnya jika dipuji, & berkuran...

Hampa (Ari Lasso)

Kupejamkan mata ini Mencoba tuk melupakan Segala kenangan indah Tentang diriku..tentang mimpiku Semakin aku mencoba Bayangmu semakin nyata Merasuk hingga ke jiwa Tuhan tolonglah diriku Entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana kau rindukan aku Seperti diriku yang slalu merindukanmu Selalu merindukanmu Tak bisa aku ingkari Engkaulah satu-satunya Yang bisa membuat jiwaku Yang telah mati menjadi berarti Namun kini kau menghilang bagaikan di telan bumi Tak pernah kau sadari bukti bukti cintaku untukmu Entah di mana dirimu berada Hampa terasa diriku tanpa dirimu Adakah di sana kau rindukan aku Seperti diriku yang slalu merindukanmu Selalu merindukanmu

bingkai

Tahukah apa yang kufikirkan tentangmu, Dik? Ia lah ketakutan, Aku takut, Ketika masa depanmu tak bisa kurajut. Dengan rajut cinta,, Kau tahu, Tak selamanya mentari kan bersinar... Tapi yakinlah, 'Kan ada pelangi setelah hujan.. Aku memang bukan malaikat,, Kutahu kau yang akan genggam sendiri janji kehidupan itu,, Tapi, Dik.. Rembulan selalu ada, bukan? Tak peduli siang ataupun malam Aku lah rembulan itu, Sayang Tapi maaf, sinarku tak pernah cukup terang Hanya cukup untuk melihat dalam remang Seperti lentera Dian Yang tak kunjung padam Cikarang, kelabu kerinduan

Pahlawan tak dikenal

Buah pena karya Toto Sudarto Bachtiar Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata ; kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur, sayang Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu Dia masih sangat muda Hari itu, sepuluh november, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata ; aku masih sangat muda

Teratai (kepada Ki Hajar Dewantara)

Sebuah Puisi oleh; Sanusi Pane Dalam kebun tanah airku Tumbuh sekuntum bunga teratai Tersembunyi kembang indah permai Tidak terlihat orang yang lalu Akarnya tumbuh di hati dunia Daun bersemi Laksmi mengarang Biarpun dia diabaikan orang Seroja kembang gemilang mulia Teruslah 'O teratai bahagia Berseri di kebun Indonesia Biar sedikit penjaga taman Biar pun engkau tidak dilihat Biar pun engkau tidak diminat Engkau pun turut menjaga zaman

Aku

Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan akan akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

Adab Menuntut Ilmu

Adab Menuntut Ilmu Kalian tentu udah sering mendengar hadist dan firman Allah SWT tentang kewajiban menuntut ilmu, ya guys? Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Perintah menuntut ilmu yang Allah tetapkan tentu bukan tanpa alasan. Dalam Al Qur’an telah di jelaskan, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” Subhanallah, apa sih yang nggak ada di Al Qur’an? Semua ilmu udah tercatat dengan jelas dalam kitab suci kita. Dan sebagai ummat Nabi Muhammad Saw, kita mewarisi mukjizat beliau. Al Quran di turunkan dengan seribu keajaiban di dalamnya. Mulai dari Ilmu politik, kesehatan, wanita, rumah tangga, kiamat, dsb. Salah satu yang akan kita bahas di sini adalah tentang  “Adab Menuntut Ilmu” Hanya sedikit dari kita yang benar-benar tahu adab dalam menuntut ilmu. Sehingga yang ada dalam benak mereka hanyalah nilai dan mengejar...