Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Write About Books We Read

 I have a book titled People We Meet on Vacation by Emily Henry. I bought it last year on an online platform with The Things You Can See Only When You Slow Down by Haemin Sunim.  amazon.com My intention in buying these books is to get used to reading English. After I read the people's comments, I thought these books were good. A novel with an exciting plot and a romantic story between two people (I don't remember their names). But turns out this novel is a hard-to-read book. I can't understand many words and the books provide an unclear account of the whole story. The writer used a mixed plot and different points of view for the actors. For me, as a beginner, it's really hard to understand from cover to cover. I wrote many words and their translations, but the book seemed not to match me. A person who hard to learn English. Unfortunately, the book is only displayed on the bookshelf and never read again.  gramedia.com Another book I have is The Things You Can See Only...

Tanda Tersirat

Demi apaa banyak postingan New Zealand fyp di beranda..  google.com Semoga ini suatu tanda yang baik ya Rabb, semoga Allah mudahkan untuk menempuh pendidikan di sana..  Salah satu wishlist yang sangat aku semogakan..  Semoga di tahun 2025 ini menjadi pilihan yang baik dan terbaik dari semuanya.. Kabulkan harapan-harapan ini ya Rabb.. mudahkanlah jalannya..  Aamiin,  Dari ujung selatan ke utara semuanya indah banget sih kalo di instagram,  Misalnya kita jalan ke glacier. Dan itu tuh ternyata New Zealand lebih deket ke kutub selatan dibandingkan Papua. Dengan pegunungan salju abadi tentunya udaranya sedikit lebih kering daripada di Indo. Tapi aku ngeliatnya seger banget di sana. Minim manusia dan alam berkuasa.  Kalo di Pulau bagian selatan (aku ga tau nama pulaunya) itu lebih sedikit manusia yang tinggal. Kebanyakan manusia tinggal di kota-kota besarnya seperti Wellington dan Auckland.  Nah Wellington ini Ibukota negaranya, dan KBRI juga di sana....

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Farewell Our Boss

 Last night, our institution had a farewell for our boss. She's getting transferred to Jakarta, and we had her successor, a native son of the region. He is charismatic and is like many people in my university. I talked about his gesture. But right now I won't talk about him, but deep inside myself.  credit: vantagelens.com I had a long day. The story began with our direct supervisor asking me and my colleagues to look for a gift for our boss. She talked about many stuff. and we reached an agreement. We went to a boutique and asked the shopkeeper if they had something we needed. Long story short, they had it, and we asked them to wrap it with the ornament. After that, we headed to the hotel where the party will held.  After waiting for minutes, our supervisor asked about the gift, and one of our colleagues gave it to her. Surprisingly, she got angry because it was not what she wanted. She said many things like we should cover it with a special cartoon etc. It shocked us be...

Soal Mutasi

Lagi heboh soal mutasi dan rotasi nih, dari PNS maupun P3K yang baru di sebuah instansi. Tepatnya, di kantor tempatku bekerja saat ini.  Sangat menyedihkan, jika mendengar curhatan mereka tentang isu-isu yang berkembang saat ini..  Bagaimana tidak?  Hampir setiap hari aku mendengar perbincangan dan keluh kesah mereka soal jauh dari keluarga.  betapa tidak mengenakannya jika seorang Ibu harus jauh dari anaknya, dan hanya bersua di akhir pekan.  Jujur, aku tidak tahu perasaan apa itu, karena aku belum berkeluarga dan memiliki anak.  Tapi, aku telah jauh dari keluarga untuk 12 tahun. Aku yang sebatang kara di sini, sangat tidak relate dengan curhatan itu.  Apalagi, ketika dikaitkan dengan performa kinerja pegawainya. Jika setiap orang maunya kerja di kantor terdekat, ya jangan jadi ASN, begitu pikirku.  Mungkinkah aku yang terlalu egois? Aku yang setiap hari terpikir tentang bagaimana layanan instansi ini untuk masyarakat, langsung dihadapkan kenyata...

Side Hustle: Antara Financial Freedom dan Kurang Bersyukur

  image from: Paydia Yeps. Fenomena side hustle makin menjamur belakangan ini khususnya di kalangan Gen Z.  Aku sendiri punya berbagai macam keinginan untuk memiliki pekerjaan sampingan nih, tapi,,,  ga pernah kesampean! 👀 Kok gitu? Soalnya, aku bukan tipe yang mudah belajar. Mungkin pada awalnya aku akan senang melakukan sesuatu yang baru, atau belajar tentang hal-hal yang tak pernah ku pelajari sebelumnya. For instance, aku pingin banget punya side job kaya jadi data analis karena menurut aku pekerjaan yang sedang tren itu keren. Khususnya kerena aku pikir pekerjaan sebagai data analis itu ga butuh effort banyak. I mean, pekerjaan itu bisa dikerjakan dari mana aja dan gajinya gede!.  Siapa aja juga mau kan?  Tapi,  Setelah lama memendam keinginanku, akhirnya aku beranikan diri mendaftar course sebagai calon data analis nih. Niat awalnya emang buat cari kerjaan baru, karena saat itu kerjaan kantor lagi sepi nih. Iseng-iseng deh bikin gebrakan hahaa. ...

The Biggest Blessing

sebelumnya aku kira nikmat terbesar bagi seorang hamba adalah harta atau keturunan, tetapi yang aku rasakan sekarang, nikmat terbesar bagi seorang hamba adalah terhindar dari hasad. Betapa tidak enaknya, kita sebagai seorang manusia, merasakan suatu kedengkian karena pencapaian orang lain, dan lantas membandingkan dengan apa yang kita capai dan tidak punya. sungguh sebuah pemikiran yang keliru tentang bagaimana kita mencapai impian impian kita adalah hasil usaha sendiri. Pemikiran tersebut adalah kekeliruan terbesar, dan akan sangat mungkin menjebakmu dalam rasa sombong. Bukankah, kita sebagai manusia tak dapat berbuat apa-apa selain atas izinNya? Bukankah, sebagai seorang muslim kita yakin dan percaya bahwa Dia berkehendak atas segalanya? Tidak ada yang tidak mungkin bagi Dia, dan salah satunya adalah keberhasilan teman-teman kita.. :) Sekali rasa dengki menguasai hati, tak kan bisa tenang hidupmu setelah ini, Rabb,, angkatlah semua penyakit iri dengki ini dari dada hambaMu,,...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...