Cikarang, minggu terakhir bulan April, 10.00 p.m. Di antara gantungan malam yang merindu untuk sahabatku. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Apa kabarmu mbak? Semoga selalu dalam limpahan Rahmat Allah SWT, aamiin. Mbak Ismi, aku nggak tahu kenapa tiba - tiba teringat sama mba. Mbak baik - baik saja kan? Mbak Ismi, apa kau masih ingat sewaktu kita di semarang dulu? Apa kau masih ingat ketika kita selalu menatap pelabuhan yang berkilauan bagai lautan emas di malam hari. Apa kau juga masih ingat sewaktu kita mengeluhkan tangga - tangga itu yang terlampau tinggi? Apa kau masih menyimpannya dalam memorimu mbak? Seperti ia menghampiriku dan menari - nari di pelupuk mataku. Aku rindu mbak. Aku rindu pelatihan itu. Aku rindu Semarang, meski kita hanya bertahan tiga minggu di sana. Kau ingat bukan saat kita menangisi bersama hasil latihan selama tiga hari pertama di sana. Saat itu kita hampir menyerah, kita hampir yakin bahwa kita tak mungkin ...
Sebuah tempat di mana cerita-cerita sederhana tentang kehidupan sehari-hari, refleksi, dan momen kecil yang penuh makna dibagikan. Dari tawa, air mata, hingga pelajaran hidup, setiap tulisan adalah pengingat bahwa setiap hari punya cerita yang pantas untuk dikenang dan diceritakan.