Cikarang,
27 Maret 2014
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh
Dear
Tursiyah sahabatku, apa kabarmu di sana ?
Semoga selalu dalam lindungan Nya, aamiin.
Bagaimana
kuliahmu? Semoga lancar dan kamu bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Aku
rindu sahabat, rindu pada kenangan dulu waktu kita masih duduk di bangku SMK.
Aku ingin mengerjakan PR lagi denganmu. Tapi kamu tahu kan , aku sekarang sudah bebas dari tugas –
tugas menyebalkan itu. Dulu memang terasa menyebalkan. Tapi sekarang…aku rindu
sekali.
Aku
rindu masa 4tahun silam. Saat kumpul bareng di Sekolah, maupun di kost. Begitu
banyak kenangan yang membekas. Bahkan, tak ingin aku menghapus kebersamaan kita
barang satu detik pun. Persahabatan ini memberiku banyak arti. Untuk berbagi
bersama dalam tawa dan airmata. Untuk yang pertama kali aku mempunyai seorang
sahabat yang selalu ada untukku.
Dan
aku telah berada pada ujung kerinduanku. Saat perkumpulan dengan teman – teman
Rohis maupun Pramuka. Waktu itu kita bangun pondasi ukhuwah yang begitu erat.
Kamu ingat, setiap pagi kita selalu membangunkan kamar yang lain untuk shalat
tahajud lalu kemudian belajar. Begitu gigih perjuangan kita menuntut ilmu. Aku
tersenyum sendiri, ketika hal itu mampir begitu saja di fikiranku.
Sekarang
semuanya tinggal kenangan. Indah di mata, tapi luka di jiwa. Sekarang kita
berjauhan. Kamu di sana ,
dan aku di sini. Sekarang tidak ada lagi yang mendobrak pintu kamarku ketika
jam setengah 3. juga tak ada yang mengajakku puasa senin kamis seperti dulu.
Di
saat imanku sedang naik, selalu bayangan kebersamaan kita yang terkenang.
Kalian yang memompaku untuk jadi seperti ini. Terimakasih kawan.
Tapi
di saat imanku melemah, aku harus berjuang sendiri melawan godaan yang tak
pernah berhenti. Bayangan kebersamaan kita seolah menjadi cambuk bagiku. Tapi
aku tahu, aku harus bisa bangkit sendiri dan memulai dari awal seperti pak
Khalid mengajarkan kita untuk “fastabiqul
khairat”. Aku harap ukhuwah ini akan terus berlanjut. Supaya kita bisa
saling mengingatkan di kala lupa. Saling menghibur di kala sedih, dan saling
memotivasi ketika sedang down.
Oh
iya, email – email yang aku kirimkan padamu jangan lupa dibaca ya. Itu kata –
kata motivasi. Semoga ketika membacanya kamu akan dapat suntikan baru, hehe
Aku
tahu keinginanmu untuk bekerja. Seperti itu pun ketika aku menginginkan kuliah
itu. Kamu beruntung friend bisa masuk seleksi bidik misi itu. Seandainya saja
waktu itu aku mendapat kesempatan yang sama, mungkin aku yang akan lebih
bersemangat merebut kursi itu, hehe
Tapi
sekarang aku sadar, itu bukan jalanku. Allah itu super Adil ya kepada hambaNya.
Baru – baru ini aku tahu, tak seharusnya aku memaksakan diriku untuk kuliah.
Kamu
harus buktikan kepadaku kalau kamu akan jadi orang hebat nanti. Jika seandainya
Allah mengabulkan rencanaku, tentu kamu lah orang pertama yang ‘kan ku ajak bergabung.
Aku
ingin berbisnis, aku ingin punya usaha. Aku ingin mendirikan perpustakaan untuk
warga – warga kampungku. Supaya mereka gemar membaca. Kamu lihat kan , walaupun aku putus
sekolah tapi mimpiku terus terasah. Aku tidak ingin berhenti bermimpi. Kamu pun
harus punya sejuta mimpi jauh di atasku. Dan suatu saat nanti aku ingin mimpi –
mimpi itu akan terlihat nyata di depan mata. Kita dan Allah SWT yang akan jadi
saksinya.
Ingat
ya, kamu harus bisa sukses. Jangan patah semangat. Tunjukkan bahwa sahabatku
adalah orang yang besar. Bukan hanya besar badannya saja, tapi besar pula
tekadnya .
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh.
Salam,
Supinah
Nama : Supinah
Alamat :
Perum. Taman Raya Blok B9 No 4 Ds. Sukaraya
Kec. Karangbahagia Kab.
Bekasi
Kode
Pos : 17530
Email : supinah94@gmail.com / supinah@outlook.co.id
Twitter : @supinah94
No
Hp : 083808611484
Nama
saya Supinah. Lahir di Kebumen, 03 Oktober 1994. Saat ini saya bekerja di salah
satu perusahaan swasta di daerah Cikarang. Hobi membaca dan menulis. Saya ingin
mendirikan perpusakaan untuk warga di kampung halaman saya supaya mereka jadi
suka membaca. Di kampung saya tidak ada perpustakaan keliling. Makanya anak –
anak hanya sedikit tahu tentang dunia. Ada perpustakaan
itu pun hanya di pusat kota dan tidak semua dari
kami bisa menuju ke sana .
Karena itu setiap bulan saya sisihkan sebagian gaji saya untuk membeli buku –
buku yang sekiranya dapat menarik minat mereka untuk membaca. Do’a selalu saya harapkan dari teman – teman
semua semoga nanti keinginan itu dapat terwujud dan hasilnya akan bermanfaat
untuk semua orang. Aamiin.
Komentar