Dan akhirnya pun aku harus menghentikan pengembaraan cintaku. Karena aku tahu dan amat sangat tahu bahwa diriku tak kan dapatkan lagi hati yang selalu buatku bahagia. Malam - malam ku,, harus kembali ku serahkan pada jangkrik jangkrik di persawahan sana... .
Aku teramat sakit,, dan tak ingin rasanya kembali pada memori trindah yang pernah aku miliki. Aku terlalu rapuh,, Aku tak kan sanggup..
Jika takdir berkata seperti ini,, maka sekuat apapun aku mengelak,, aku tak mungkin dapat melepaskan diri dari belenggu cintaku. Aku tak kan pernah bisa kembali.
Kepadamu Cinta,, yang selalu aku rindukan..
Terimakasih, engkau telah memberikan ku kesempatan untuk berbagi rindu, berbagi air mata yang kau sendiri tak suka air mata menghiasi pipi ku. Karena kau bilang mata ini adalah mata kesayanganmu. Karena kau bilang rindumu akan tetap menjadi milikku.. Aku tak kan pernah lupa itu..
Kembang yang selalu aku nanti mekarnya,, dan akhirnya harus aku terima kembali rasa kecewa itu.. bahkan aku harus kehilangan sebelum menjadi kuncup, Ahh,, terlalu adil untuk diri ini. terlalu cepat ia pergi,,
Semua adalah keadilan. Dan aku tahu..Pasti ada yang terselip di dalamnya. Entah hikmah yang kan antar aku ke gerbang kebahagiaan ataukah cela yang kan buatku semakin menutup hati ku...
Lagi-lagi air mata yang kan obati pilu hati ini.. bukan karena aku tak sanggup hidup tanpa hadirmu,, tapi karena aku terlalu berharap pada mimpiku. Tentang kita.. 'calon' rumah tangga kita...
Tentang diriku ini adalah separuh nafasmu, itu hanya masa lalu saja yang tak perlu di ulang. toh.. semua tinggal kerangka yang harus di kubur dalam2,, dan lagi,, bening air mata ini tak bisa aku sembunyikan.
Untuk yang terakhir kali ku ungkap dirimu dalam setiap lembaran diary ku,, akan ku ucap 'selamat tinggal untuk selamanya' . terimakasih,, rindumu pernah singgah di hati ini,, walau pada akhirnya pun harus pergi untuk yang ke sekian kali.. terimakasih cintaku...
Semoga kau pun dapatkan seorang bidadari pilihan mu,, dan bahagia bersamanya selamanya..
aamiin
Untukmu sayang : Pengobat Rindu di masa lalu
Aku teramat sakit,, dan tak ingin rasanya kembali pada memori trindah yang pernah aku miliki. Aku terlalu rapuh,, Aku tak kan sanggup..
Jika takdir berkata seperti ini,, maka sekuat apapun aku mengelak,, aku tak mungkin dapat melepaskan diri dari belenggu cintaku. Aku tak kan pernah bisa kembali.
Kepadamu Cinta,, yang selalu aku rindukan..
Terimakasih, engkau telah memberikan ku kesempatan untuk berbagi rindu, berbagi air mata yang kau sendiri tak suka air mata menghiasi pipi ku. Karena kau bilang mata ini adalah mata kesayanganmu. Karena kau bilang rindumu akan tetap menjadi milikku.. Aku tak kan pernah lupa itu..
Kembang yang selalu aku nanti mekarnya,, dan akhirnya harus aku terima kembali rasa kecewa itu.. bahkan aku harus kehilangan sebelum menjadi kuncup, Ahh,, terlalu adil untuk diri ini. terlalu cepat ia pergi,,
Semua adalah keadilan. Dan aku tahu..Pasti ada yang terselip di dalamnya. Entah hikmah yang kan antar aku ke gerbang kebahagiaan ataukah cela yang kan buatku semakin menutup hati ku...
Lagi-lagi air mata yang kan obati pilu hati ini.. bukan karena aku tak sanggup hidup tanpa hadirmu,, tapi karena aku terlalu berharap pada mimpiku. Tentang kita.. 'calon' rumah tangga kita...
Tentang diriku ini adalah separuh nafasmu, itu hanya masa lalu saja yang tak perlu di ulang. toh.. semua tinggal kerangka yang harus di kubur dalam2,, dan lagi,, bening air mata ini tak bisa aku sembunyikan.
Untuk yang terakhir kali ku ungkap dirimu dalam setiap lembaran diary ku,, akan ku ucap 'selamat tinggal untuk selamanya' . terimakasih,, rindumu pernah singgah di hati ini,, walau pada akhirnya pun harus pergi untuk yang ke sekian kali.. terimakasih cintaku...
Semoga kau pun dapatkan seorang bidadari pilihan mu,, dan bahagia bersamanya selamanya..
aamiin
Untukmu sayang : Pengobat Rindu di masa lalu
Komentar