Langsung ke konten utama

JOMBLO BIKIN GALAU? MASA SIH???

Gue Pipin. Umur gue hampir 20tahun. Rata – rata temen gue udah pada nikah semua. Bahkan cuma gue yang masih sendiri J. “apa sih enaknya jomblo? Masak sendiri, nyuci sendiri, tidur sendiri,huft pokoknya semua serba sendiri deh. Saran gue lo mesti nyari pacar deh”
“apa mau gue cariin?” celetuk yang lain waktu kami sedang berkumpul.
“gampang mah kalo pacar. Ntar juga pada nguber.xixixi” jawab gue asal.
“ah, lo. Kuper sih. Coba ngikut kita – kita, clubbing, nongkrong- nongkrong, langsung deh cowok – cowok nyamperin kita. Terus pilih tuh yang paling kaya biar kita hoki, ya gak Rin”
Orang yang di panggil Rin itu mengangguk tanda mendukung saran konyol itu.
“lagian kenapa sih lo ngebet banget pengen pacaran setelah nikah? Pacaran sekarang enak lagi, jalan ada yang boncengin, makan ada yang bayarin. Kemana – mana gandengan. Truk aja gandengan masa lo ga?” celetuk Sar lagi.
Geerr semua tertawa ketika Sar mengikuti iklan di tv.
“kalo sendiri jauh lebih enak, ngapain mesti gandengan? Emang ada sedan gandengan? Ehehe” lagi – lagi gue membela diri.
“payah lo”

Selain mereka – mereka, temen gue juga ada yang lain. Dia Nisa, temen kampus yang aktiv di Rohis. Dari Nisa pula gue tahu kalau pacaran itu dilarang dalam agama Islam.
“terus Nis, kalau misal mau nikah gimana? Kan kita belum tahu sifat orangnya gimana, keluarganya gimana, de el el. Kan kita harus kenal calonnya dulu” Tanya gue suatu hari
“dalam Islam ada proses perkenalan atau ta’aruf Pin, jalan itu yang kita ambil. Pacaran gak bisa membuktikan bahwa orang itu yang akan menikahi kita, iya kan? Buktinya banyak teman kita yang pacaran sampai 5 tahun bahkan lebih yang gagal bersanding di pelaminan. Padahal waktu pacaran mereka saling cinta”
Gue hanya manggut - manggut. Meskipun gue gak begitu faham apa yang Nisa jelasin, tapi gue setuju satu hal sama dia. Gak pacaran. Soalnya dari pengamatan gue, mereka yang gandeng pacar IPK nya jauh di bawah daripada yang gak gandeng pacar. Hihi satu hal lagi yang bikin gue semangat buat ngelanjutin jomblo gue.

Setiap gue jalan bareng sama mereka, ada rasa iri. Mereka pinter ngaji, ramah, IPK juga lumayan tinggi di kampus. Kok bisa ya,padahal mereka harus bagi waktu buat dakwah, nuntut ilmu, juga masih dengan seabrek agenda lain. Diam – diam gue iri dengan penampilan mereka. Gue pengin berjilbab. Tak semudah itu, apa mereka masih mau nerima perubahan gue? Atau mereka bakal menghindar? Gue gak pinter ngaji. Pengetahuan agama gue juga cetek banget. Dan gue malu sama diri gue sendiri. Ahh, galau…

Malam menjelang pagi. Tiba – tiba gue pingin solat tahajud. Sesuatu yang belum pernah gue lakuin sekali pun. Gue menangis sejadi – jadinya. Apa yang harus hamba lakuin Ya Allah, hamba ingin bertaubat. Tapi hamba takut jika mereka menjauh dari hamba. Aamiin
Gue memutuskan memakai jilbab, berbagai respon di lontarkan dari temen – temen gue. Ternyata dugaan gue salah. Anisa justru yang paling bahagia ketika gue memakai jilbab. Dia meluk gue dan berusaha buat ga nangis!

Subhanallah, semenjak itu gue sering datang ke pengajian di kampus. Gue juga gak malu belajar iqra’ sama Nisa. Yang penting semua di niatkan karena Allah. Aamiin



Nama               : Supinah
Alamat             : Perum. Taman Raya Blok B9 No 4 Ds. Sukaraya Kec.               Karangbahagia Kab. Bekasi
Kode Pos         : 17530
Email               : supinah94@gmail.com / supinah@outlook.co.id
Twitter             : @supinah94  
No Hp              : 083808611484


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...