Aku benar-benar membencinya.
Duhai, benarlah kata orang, bila
mana engkau mencintai, maka engkau pun harus siap di sakiti.
Sudah lama kisah ini hanya menjadi
milikku. Ya! Hanya milikku.
Kisah yang tak pernah indah, karena
dia yang kucinta tengah bersama wanitanya. Bercanda, bermanja. Sungguh aku
membencinya.
Setelah sekian lama bersabar untuk
sebuah penantian, mengharap pada janji kehidupan.
Sayang, semua tak sesuai yang ku
fikirkan
Dia tak kan pernah mengerti!
Di mana letak keadilan bagi orang
yang menjaga perasaannya seperti aku?
Pun pada waktu, yang katanya akan
menjadi lebih indah bila mencinta dalam diam.
Aku membencinya. Bahkan setelah
kian lama perasaan itu bersemayam dalam hati. Mengukir indah dalam dada.
Puh! Janji kehidupan itu kosong. Dan
aku telah sia-sia menyelam di dalamnya.
Komentar