Hari ini jadi hari pertama dicaci sama orang, Tapi bukan aku yang dicaci secara langsung.. melainkan timku.
Memang sih, sebagai orang yang pernah kerja di swasta, kultur di lingkungan pemerintahan itu beda banget. Kacau. Ga terstruktur.
Misalnya, kemarin aku jadi notulen rapat. As usual, aku cuma nulis2 poin pentingnya selama rapat tanpa kesimpulan. Sudah aku share tetapi katanya ketua satgas minta tambahan kesimpulan.
Sebagai orang yang nggak paham tentang kasus sintinjau (my bad) I know, aku tanyalah ke ybs yang komplen atas arahan sekertaris,, lalu kemudian,..
Duarrr
Yah dia nyebut kalimat - kalimat yang bikin hatiku panas..
Bukan karena cinta, bukan karena dendam..
Sesuatu yang susah dijelaskan dengan kata-kata.
"Kalian ini ngapain aja, kemarin kan ada 4 atau 5 orang yang di atas kan, kenapa ga ada yang bantuin mba pinah. Saya itu udah terlalu banyak yang dipikirkan. Mana sempat memikirkan yang kaya gini-gini."
Yah, emang dasarnya udah cengeng sih, gakuatlah aku denger lama-lama. Akhirnya aku kabur ke bawah (ruangan). Sebenernya itu bukan kata yang pedas sih, tapi rasanya sakit aja di hati.
Usut punya usut, kesimpulan yang dimaksud itu sudah dibuat sama teman yang lain dan sudah dikirim ke anggota satgas ybs, tapi ntah gimana Sekertaris menyuruh aku yang mengerjakan.
Aku cuma pingin hidup tenang, tanpa orang-orang yang asal ceplos aja mulutnya, padahal bukan siapa-siapa bagiku.
Dear Allah,,
please kasih kesempatan buatku dan keluargaku, buat hidup di luar negeri,
Negeri yang man sentosa, tanpa cacian teman dan tetangga.
Di lingkungan yang orang-orangnya saling mendukung, bukan mengecam,
Berikanlah rezeki yang berkah, halal dan lebih buat kami.
Sehingga kalo pusing dikit bisa healing ke alam yang bagus dan memanjakan mata.
Berikan pasanganku rezeki yang banyak, sehingga dia bisa membahagiakan dan menyejahterakan keluarga kami.
Please ya Rabb.. biar kami bisa melaksanakan umroh kapanpun kami ingin..
Pantaskanlah kami untuk mendapat semua itu...
Komentar