Ku pandang lagi wajah penuh cinta di depanku. Ya, siapa lagi kalau bukan suamiku. Dialah kasih yang besar padaku. Terang tapi diam, berdiri kokoh bak pohon-pohon di belakang rumah kami. Dialah suamiku.'fahmi kasim'. Nama khas orang nusa tenggara.
Mata elang miliknya selalu membuat hati ini berdegup tak karuan. Rangkulannya selalu penuh dengan bisik-bisik cinta. Untukku tentunya. Aku memanggilnya kakak,walaupun kami telah menikah. Dia pun tak keberatan akan hal itu. Tak ada hari tanpa kasih sayangnya. Sekalipun kakak sedang bekerja, kakak selalu ucapkan kata cinta khas miliknya..
'sayang,,' dia memanggilku seperti itu. lagi-lagi aku dibuat melayang olehnya.
'iya ka,,,'
kakak merangkulku seperti biasa. namun aku sendiri tak pernah merasakan bosan bila dipeluknya. Ada kehangatan dan kasih sayang yang begitu besar di jiwanya. Ku dengar kakak membuang nafasnya sesekali.
'hari ini bintangnya cerah.. banget... seperti bintangnya kakak. kenapa ya ?? kenapa ade?'
kakak mengecup keningku dengan penuh kemesraan
'ade ga tahu ka,,mungkin bintang itu ingin selalu membuat bahagia orang yang telah memilikinya' jawabku sambil tersenyum bahagia malam itu.
'emm,,, masa?? memangnya siapa sih orang yang paling beruntung dapetin hatinya bintang?' goda suamiku
'siapa ya?' jawabku sambil menggelayut manja di pundaknya
'siapa ade? siapa yang paling bahagia?'
'siapa lagi kalau bukan orang yang nyebelin di samping ade'
'oh,,jadi kakak nyebelin nih? ya udah ko masih sandaran? udah sana sandaran ama pohon aja'
aku tahu kakak bilang begitu hanya pura-pura saja.
'ih kakak,, gitu ajah ko ngambek?ye..'
'biarin. katanya kakak nyebelin.huh'
'yee..biarpun nyebelin tapi ngangenin... :)' kataku
'udah malam, berangkat tidur' katanya
aku menuruti katanya. Walaupun sebenarnya aku masih ingin menghabiskan malam-malam ku bersama dia, tapi aku tak mau membuat dia kesal padaku. Aku tahu benar bagaimana sifat dan perilakunya yang bagiku amatlah penyayang.
*** 'ngapain kamu senyum-senyum sendiri' ku dengar seseorang berbicara kepadaku dari belakang. Aku menoleh, dan kudapati sahabatku telah berada di sampingku. 'tak apa' jawabku singkat. dan ku sadar tadi aku hanyalah bermimpi. Ahh,, kenapa bayangan ka fahmi selalu hadir dalam setiap imajinasiku. Sungguhpun demikian aku bahagia hanya karena bayangannya yang hadir temani malam-malamku, merangkai mimpi-mimpi bersamanya sungguhlah indah. Namun tak ku sadari bahwa kepergiannya menuntutku untuk segera memulai hidupku yang baru tanpa kehadirannya.
'mungkin ga kalo seseorang yang belum pernah ketemu jatuh cinta kepada seorang yang lain?' tanyaku kepada Iyah sahabatku
'mungkin saja. Siapa yang ada di hatimu saat ini?'
'orang jauh, aku belum pernah ketemu sama dia dan aku hanya mengenalnya lewat hp'
'hmm,, ini sering terjadi pada remaja seusia kita.'
'iya, tapi kali benar-benar orang jauh. Dia orang Nusa Tenggara.'
'haa.ko bisa'
'itu dia, parahnya lagi dia sayang banget sama aku. Aku benar-benar merasakan kasih sayangnya'
'Kalo aku bilang jangan. Orang deket ajah dia bisa jadi menipu kita kok. Apalagi orang yang jauh.. Dah, tinggalin ajah, daripada kamu sakit hati belakangan.'
'iya sih, tapi ini lain dari cowok yang selama ini ku kenal. Aku fikir dia orang baik, setia, dan yang pasti romantis.'
'Yang penting kamu jangan asal percaya ama dia ajah. Semua orang tuh hidup pake topeng. Jangan terpengaruh sama ucapannya.'
'iya pasti donk. Aku janji. Aku yakin kok sama hakikat jodoh'
'sip'
kemudian kami terdiam satu sama lain sampai dia memutuskan untuk pergi tidur.
Aku masih saja ingin mengingatnya. melukis wajahnya dalam angan. Terus berharap keajaiban kan datang untuk menyatukan hati yang mencinta ini.
***
Ade mau jadi istri kakak? Salah satu pertanyaan yang cukup buat aku kehilangan jati diri. Tapi aku suka gayanya. Dia tak memintaku untuk menjadi pacar. Tapi jadi istrinya. Aku tak habis fikir. Dan aku berharap dia tahu jawabnya tanpa aku berkata.
Tapi dia ingin kepastian. 'Mau' jawabku.
memangnya ade sudah fikir matang-matang? kakak ingin bawa ade ke Ende membangun keluarga yang bahagia. Kakak janji akan buat ade jadi orang yang paling bahagia di dunia. Ahh,,, semua percakapan itu akan selalu ku ingat.
Hariku terus berwarna seindah mentari di sore hari. Seiring kehadirannya selama ini. Luka hatiku sedikit dapat terobati.
Aku sadar bahwa aku mencintainya bukan seperti cintaku kepada mantan pacarku. Melainkan lebih dari itu. Lain. Bahkan aku lebih mencintai dia daripada pacarku yang dulu.
Usai aku melaksanakan solat, pasti aku kirimkan do'a untuknya. Supaya dia senantiasa dalam lidungan Tuhan. Supaya Dia senantiasa menjaga hatinya untukku. Seorang wanita cengengnya.
Dia senang memanggilku 'cengengnya kakak' tak apa, karena aku selalu menangis di kala ka fahmi menyadarkan aku betapa sucinya sang cinta. Aku salalu larut dalam setiap kata yang di ucapkan. Aku bahagia bersamanya. Telah ku temukan tempat di dalam hatinya, tempat untuk menumpahkan semua rasa putus asaku. Semua perasaanku. Dan waktu bersamanya adalah hal terindah yang pernah aku miliki.
Aku tahu bahwa ibuku tak kan pernah mengizinkan aku menjalin hubungan dengan orang flores itu. Entahlah, beribu atau bahkan berjuta alasan pernah ku dengar dari beliau. Tapi aku tak bisa meninggalkan ka Fahmi begitu saja. Setelah aku menemukan kehangatan dan kenyamanan di dalamnya.
Tentu saja aku 'mbeleng' dengan semua larangan ibuku. Walaupun dalam hati ini masih ada rasa takut kena marah. Aku tetap menjaga perasaan. Perasaanku, ka Fahmi, dan juga ibuku.
***
Tak ada yang berbeda dalam hari hari yang kami jalani setelah nya. kami semakin dekat dan dekat saja. Aku terlanjur jatuh cinta padanya. Kasih sayangnya juga perhatiannya. Namun tak kunjung juga ibu tahu akan hubungan kami. Ibu pun tak pernah lagi bertanya tentang siapa idaman hati anaknya. Ahh aku rasa ibu terlalu acuh untuk masalah anak-anaknya. Tapi aku sangat menyayanginya dan selalu saja aku merindukannya.
'ka Ifan, seandainya saja kakak adalah orang dekat dengan ade, barangkali ibu akan merestui hubungan kita. Ade tak perlu khawatir kakak akan tinggalin ade, karena ade tahu kakak tak akan pernah pergi dari ade. Ade tak tahu kak, apakah nanti ade akan bisa terus mempertahankan cinta ade untuk kakak? Ade tak ingin tinggalin kakak, ade ingin kita nanti dapat bersama dalam satu keajaiban cinta kita. kakak kan pernah bilang sama ade kalau kakak yakin akan kekuatan cinta.
***
"Ini mbok Pariyem, atukah Dewi?" sms masuk ke nomor baru ku
"bukan"
"Si Dewi bencikah sama aku karena hal kemarin?"
"dewi siapa?"
tak ada jawaban
"kamu cinta Dewi kah?" tanyaku
"cinta. bahkan sangat cinta"
Deg. Hatiku serasa tak berdegup lagi membaca pesan itu. Pesan tertulis dari orang yang sangat aku cinta. Orang yang telah ku kenal hampir 1 tahun ini. Ka Ifan.
Ku putuskan untuk menulis pesan kepadanya lewat nomor xl ku.
"selamat ya ka, sudah menemukan wanita idaman. Ade do'akan kalian semoga bahagia menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Maaf ade selama ini ganggu hubungan kakak dengan dia. Mulai malam ini ade bukanlah siapa2nya kakak. Sekali lagi ade ucapkan Selamat atas hubungan kalian"
Lama tak ada jawaban
"iya. hanya Dewi yang aku cinta dan hanya dia calon istriku satu-satunya. Ini aku katakan dengan sadar"
Tess. Kurasakan ada sesuatu jatuh di pipiku. Meski tanpa suara. tanpa pamit ia keluar begitu saja dari sudut bola mataku.
Tak penah terfikir olehku akan terjadi sepert itu. 1 lagi kenangan pahit yang harus aku telan.
Aku tak mau menganggung beban ini sendiri. Aku ingin beban ini tak pernah ada. seperti cintanya yang tak bisa hadir di dalam hatiku.
Ada seorang sahabatku. Kutumpahkan semua kepadanya. Tentang masalahku malam itu.
Dan memang hanya seorang sahabat yang mampu membuat kita merasa ada selamanya.
Hanya sahabat.
'emm,,, masa?? memangnya siapa sih orang yang paling beruntung dapetin hatinya bintang?' goda suamiku
'siapa ya?' jawabku sambil menggelayut manja di pundaknya
'siapa ade? siapa yang paling bahagia?'
'siapa lagi kalau bukan orang yang nyebelin di samping ade'
'oh,,jadi kakak nyebelin nih? ya udah ko masih sandaran? udah sana sandaran ama pohon aja'
aku tahu kakak bilang begitu hanya pura-pura saja.
'ih kakak,, gitu ajah ko ngambek?ye..'
'biarin. katanya kakak nyebelin.huh'
'yee..biarpun nyebelin tapi ngangenin... :)' kataku
'udah malam, berangkat tidur' katanya
aku menuruti katanya. Walaupun sebenarnya aku masih ingin menghabiskan malam-malam ku bersama dia, tapi aku tak mau membuat dia kesal padaku. Aku tahu benar bagaimana sifat dan perilakunya yang bagiku amatlah penyayang.
*** 'ngapain kamu senyum-senyum sendiri' ku dengar seseorang berbicara kepadaku dari belakang. Aku menoleh, dan kudapati sahabatku telah berada di sampingku. 'tak apa' jawabku singkat. dan ku sadar tadi aku hanyalah bermimpi. Ahh,, kenapa bayangan ka fahmi selalu hadir dalam setiap imajinasiku. Sungguhpun demikian aku bahagia hanya karena bayangannya yang hadir temani malam-malamku, merangkai mimpi-mimpi bersamanya sungguhlah indah. Namun tak ku sadari bahwa kepergiannya menuntutku untuk segera memulai hidupku yang baru tanpa kehadirannya.
'mungkin ga kalo seseorang yang belum pernah ketemu jatuh cinta kepada seorang yang lain?' tanyaku kepada Iyah sahabatku
'mungkin saja. Siapa yang ada di hatimu saat ini?'
'orang jauh, aku belum pernah ketemu sama dia dan aku hanya mengenalnya lewat hp'
'hmm,, ini sering terjadi pada remaja seusia kita.'
'iya, tapi kali benar-benar orang jauh. Dia orang Nusa Tenggara.'
'haa.ko bisa'
'itu dia, parahnya lagi dia sayang banget sama aku. Aku benar-benar merasakan kasih sayangnya'
'Kalo aku bilang jangan. Orang deket ajah dia bisa jadi menipu kita kok. Apalagi orang yang jauh.. Dah, tinggalin ajah, daripada kamu sakit hati belakangan.'
'iya sih, tapi ini lain dari cowok yang selama ini ku kenal. Aku fikir dia orang baik, setia, dan yang pasti romantis.'
'Yang penting kamu jangan asal percaya ama dia ajah. Semua orang tuh hidup pake topeng. Jangan terpengaruh sama ucapannya.'
'iya pasti donk. Aku janji. Aku yakin kok sama hakikat jodoh'
'sip'
kemudian kami terdiam satu sama lain sampai dia memutuskan untuk pergi tidur.
Aku masih saja ingin mengingatnya. melukis wajahnya dalam angan. Terus berharap keajaiban kan datang untuk menyatukan hati yang mencinta ini.
***
Ade mau jadi istri kakak? Salah satu pertanyaan yang cukup buat aku kehilangan jati diri. Tapi aku suka gayanya. Dia tak memintaku untuk menjadi pacar. Tapi jadi istrinya. Aku tak habis fikir. Dan aku berharap dia tahu jawabnya tanpa aku berkata.
Tapi dia ingin kepastian. 'Mau' jawabku.
memangnya ade sudah fikir matang-matang? kakak ingin bawa ade ke Ende membangun keluarga yang bahagia. Kakak janji akan buat ade jadi orang yang paling bahagia di dunia. Ahh,,, semua percakapan itu akan selalu ku ingat.
Hariku terus berwarna seindah mentari di sore hari. Seiring kehadirannya selama ini. Luka hatiku sedikit dapat terobati.
Aku sadar bahwa aku mencintainya bukan seperti cintaku kepada mantan pacarku. Melainkan lebih dari itu. Lain. Bahkan aku lebih mencintai dia daripada pacarku yang dulu.
Usai aku melaksanakan solat, pasti aku kirimkan do'a untuknya. Supaya dia senantiasa dalam lidungan Tuhan. Supaya Dia senantiasa menjaga hatinya untukku. Seorang wanita cengengnya.
Dia senang memanggilku 'cengengnya kakak' tak apa, karena aku selalu menangis di kala ka fahmi menyadarkan aku betapa sucinya sang cinta. Aku salalu larut dalam setiap kata yang di ucapkan. Aku bahagia bersamanya. Telah ku temukan tempat di dalam hatinya, tempat untuk menumpahkan semua rasa putus asaku. Semua perasaanku. Dan waktu bersamanya adalah hal terindah yang pernah aku miliki.
Aku tahu bahwa ibuku tak kan pernah mengizinkan aku menjalin hubungan dengan orang flores itu. Entahlah, beribu atau bahkan berjuta alasan pernah ku dengar dari beliau. Tapi aku tak bisa meninggalkan ka Fahmi begitu saja. Setelah aku menemukan kehangatan dan kenyamanan di dalamnya.
Tentu saja aku 'mbeleng' dengan semua larangan ibuku. Walaupun dalam hati ini masih ada rasa takut kena marah. Aku tetap menjaga perasaan. Perasaanku, ka Fahmi, dan juga ibuku.
***
Tak ada yang berbeda dalam hari hari yang kami jalani setelah nya. kami semakin dekat dan dekat saja. Aku terlanjur jatuh cinta padanya. Kasih sayangnya juga perhatiannya. Namun tak kunjung juga ibu tahu akan hubungan kami. Ibu pun tak pernah lagi bertanya tentang siapa idaman hati anaknya. Ahh aku rasa ibu terlalu acuh untuk masalah anak-anaknya. Tapi aku sangat menyayanginya dan selalu saja aku merindukannya.
'ka Ifan, seandainya saja kakak adalah orang dekat dengan ade, barangkali ibu akan merestui hubungan kita. Ade tak perlu khawatir kakak akan tinggalin ade, karena ade tahu kakak tak akan pernah pergi dari ade. Ade tak tahu kak, apakah nanti ade akan bisa terus mempertahankan cinta ade untuk kakak? Ade tak ingin tinggalin kakak, ade ingin kita nanti dapat bersama dalam satu keajaiban cinta kita. kakak kan pernah bilang sama ade kalau kakak yakin akan kekuatan cinta.
***
"Ini mbok Pariyem, atukah Dewi?" sms masuk ke nomor baru ku
"bukan"
"Si Dewi bencikah sama aku karena hal kemarin?"
"dewi siapa?"
tak ada jawaban
"kamu cinta Dewi kah?" tanyaku
"cinta. bahkan sangat cinta"
Deg. Hatiku serasa tak berdegup lagi membaca pesan itu. Pesan tertulis dari orang yang sangat aku cinta. Orang yang telah ku kenal hampir 1 tahun ini. Ka Ifan.
Ku putuskan untuk menulis pesan kepadanya lewat nomor xl ku.
"selamat ya ka, sudah menemukan wanita idaman. Ade do'akan kalian semoga bahagia menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah. Maaf ade selama ini ganggu hubungan kakak dengan dia. Mulai malam ini ade bukanlah siapa2nya kakak. Sekali lagi ade ucapkan Selamat atas hubungan kalian"
Lama tak ada jawaban
"iya. hanya Dewi yang aku cinta dan hanya dia calon istriku satu-satunya. Ini aku katakan dengan sadar"
Tess. Kurasakan ada sesuatu jatuh di pipiku. Meski tanpa suara. tanpa pamit ia keluar begitu saja dari sudut bola mataku.
Tak penah terfikir olehku akan terjadi sepert itu. 1 lagi kenangan pahit yang harus aku telan.
Aku tak mau menganggung beban ini sendiri. Aku ingin beban ini tak pernah ada. seperti cintanya yang tak bisa hadir di dalam hatiku.
Ada seorang sahabatku. Kutumpahkan semua kepadanya. Tentang masalahku malam itu.
Dan memang hanya seorang sahabat yang mampu membuat kita merasa ada selamanya.
Hanya sahabat.
Komentar