Saya seorang karyawan berusia 20 tahun.Aktivitas yang dilakukan ketika waktu senggang adalah menonton tv (berita), membaca, dan slhamdulillah sudah dua pekan terakhir di isi liqo'.
Dari kecil, saya memang suka mengaji ilmu agama. Saya senang bertanya tentang hal-hal yang tidak saya tahu. Dan sampai sekarang rasa ingin tahu saya tentang suatu hal tidak berkurang.
Begitupun ketika liqo. Saya seringkali menjadi pendengar. Apapun itu. Entah cerita ibu-ibu tentang perkembangan anaknya, hingga gosip terkini seputar tetangga.
Hmm, bagaimana ketika seorang daiyyah berbicara politik? Bagaimana pandangan saya?
Jujur, saya orang yang tidak suka berpolitik, tapi anehnya berita politik paling banyak menyedot perhatian saya ketimbang sinetron. Itulah mengapa, saya kadang suka mengkritik orang yang 'asal nyeplos' saja soal partai sebelah.
Mengenai sudut pandang orang yang membicarakannya, saya rasa sah-sah saja seorang da'i / da'iyyah berbicara tuntas hal itu. Hanya saja, dalam hal ini ada yang harus di garuis bawahi, italic, atau bila perlu di Bold,hheee
Siapapun itu, yang berbicara politik hendaknya membahas dari sudut pandang yang objektiv. Dalam artian, kita tidak boleh menjelek-jelekan partai yang lainnya. Kita juga tidak boleh menghasut orang agar berpihak ke partai kita.
Hendaklah, segala perkataan yang keluar dari lisan kita merupakan kebenaran. Bukan dusta, sebab Allah sangat membenci hamba-hambaNya yang berdusta.
*wallahu a'lam
Dari kecil, saya memang suka mengaji ilmu agama. Saya senang bertanya tentang hal-hal yang tidak saya tahu. Dan sampai sekarang rasa ingin tahu saya tentang suatu hal tidak berkurang.
Begitupun ketika liqo. Saya seringkali menjadi pendengar. Apapun itu. Entah cerita ibu-ibu tentang perkembangan anaknya, hingga gosip terkini seputar tetangga.
Hmm, bagaimana ketika seorang daiyyah berbicara politik? Bagaimana pandangan saya?
Jujur, saya orang yang tidak suka berpolitik, tapi anehnya berita politik paling banyak menyedot perhatian saya ketimbang sinetron. Itulah mengapa, saya kadang suka mengkritik orang yang 'asal nyeplos' saja soal partai sebelah.
Mengenai sudut pandang orang yang membicarakannya, saya rasa sah-sah saja seorang da'i / da'iyyah berbicara tuntas hal itu. Hanya saja, dalam hal ini ada yang harus di garuis bawahi, italic, atau bila perlu di Bold,hheee
Siapapun itu, yang berbicara politik hendaknya membahas dari sudut pandang yang objektiv. Dalam artian, kita tidak boleh menjelek-jelekan partai yang lainnya. Kita juga tidak boleh menghasut orang agar berpihak ke partai kita.
Hendaklah, segala perkataan yang keluar dari lisan kita merupakan kebenaran. Bukan dusta, sebab Allah sangat membenci hamba-hambaNya yang berdusta.
*wallahu a'lam
Komentar