Langsung ke konten utama

Tu(h)an kami MATI

Tu(h)an
Kami hanya orang kecil. Kami sudah kenyang terus  menerus mengecap derita. Hidup dengan serba keterbatasan.
Tuan,
Setelah puluhan tahun kita merdeka, sok pintar. Ingin diakui kedaulatan oleh negara lain. Namun nyatanya tak satu pun pemimpin kami mampu memerdekakan kami. Mereka justru menjadikan kami kacung di tanah kami sendiri. Menjadi budak-budak yang tiada berharga. Ah, rasanya kami ingin balik saja dijajah oleh mereka, Tuan. Jika pilihan itu mampu membuat kami keluar dari semua beban hidup ini.

Tu(h)an
Tanah kami. Tempat hidup kami. Tempat kepasrahan kami pada Tuhan. Dan para penguasa-penguasa culas itu. Tanah yang telah kami tempati puluhan tahun. Kemudian kami tiba-tiba diusir dari tanah kami sendiri. Adilkah ini Tu(h)an? Inikah kemerdekaan sesungguhnya negeri ini? ??? dan di saat kami tengah menikmati banjir airmata, kalian tengah asyik membicarakan gaji yang berlipat. Kursi kekuasaan dengan segala gemerlapnya. Suka kah kalian Tuan? Inilah kemerdekaan untuk kalian. Kalian tahu siapa yang memberi itu semua? KAMI, TUAN!!!

Tu(h)an,
Kalian tak akan mengerti perasaan kami. Karena kalian tak pernah berada dalam posisi kami. Tak pernah berada dalam serba keterbatasan. Ketidak cukupan.
Kalian tak akan pernah tahu arti kemarahan kami. Kalian tak akan pernah mengerti batu-batu pelindung kami. Bahkan batu yang menghujani kalian, belum tentu cukup untuk mengganti semua butir-butir air mata penderitaan kami.

Tu(h)an.
Bunuhlah kami sekaliannya. Agar kalian puas. Tak cukup melihat semua penderitaan kami. Bunuhlah Tu(h)an, daripada kami harus menyaksikan penderitan anak-anak kami.

Kami memang orang kecil. Uang kami, memang tak sebanyak uang Tuan. Kami bukan orang yang dikenal. Apa daya kami sekalipun kami membela diri.
Tu(h)an, kami akan rela. Serela-relanya kalian ambil hak kami.
Tanah nenek moyang kami.
Kami akan rela, karna kami tahu tuan memang TIDAK AKAN PERNAH SALAH DAN TIDAK MAU KALAH. Dan semuanya karena uang, Tuan. UANG YANG BERBICARA TENTANG KEKUASAAN!!! Kami memang tidak tahu hukum Tuan, kami bahkan tak mengenal materai yang  katanya sakti itu.


Tuan, bunuhlah kami. Kami tak sanggup memikul derita demi derita  yang tak ada ujung. Hidup kami seolah tak berarti lagi. Kami MATI. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...