Tiada yang lebih menentramkan hati selain karena allah. kita berkumpul
dan berpisah karenaNya. Semua telah Dia berikan. Teman-teman yang baik, rezeki
yang cukup bahkan sampai lebih. Untuk apa kita berbangga, punya sepatu mahal,
tas keren, baju necis, dan tunggangan yang super jika pada akhirnya Dia
membangkitkan kita dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki. Dan yang lebih
buruk lagi tanpa tunggangan. tanpa perhiasan, yang senantiasa kita cari.
Pada hari itu bahkan kita ada yang berjalan dengan wajahnya, yang agak
beruntung akan berjalan dengan kedua kakinya, dan yang lebih beruntung lagi
akan berjalan menunggang unta menuju peradilan Allah.
Duhai, masihkah kita rela mengejar kenikmatan demi kenikmatan di dunia, padahal kampung akhirat sesungguhnya
tempat yang terbaik.
Mana tujuan kita? kampung dengan segala kenikmatan di dalamnya? ataukah
kampung dengan segala kenikmatan di dunia yang membuat kita lalai?
"Sesungguhnya dunia itu penjara bagi orang mukmin, dan surga bagi orang
kafir." HR. Riwayat Muslim no 5266
Komentar