Sore langit Djogjakarta
setelah beberapa hari kemarin Ibukota sempat membara arena demo Mahasiswa..
Teringat akan kejadian 2 dekade silam. bagaimana Mahasiswa dari seluruh Nusantara turun ke jalan-jalan meneriakkan keadilan. Mereka memperjuangkan suara rakyat kecil. Mereka mengorbankan jiwa dan raga agar setiap kata di dengar penguasa.
Apalah aku, yang hanya bisa duduk diam membisu. Takdirku menjadi Mahasiswa plat merah hanya membuat lemah. Aku tak bisa bebuat apa-apa . Tuhanku lihatlah teman-temanku itu. Mereka akan Engkau minta pertanggungjawaban untuk aksinya.
Mereka akan menjawab untuk apa hidupnya dihabiskan. Mereka akan menjawab bahwa untuk rakyat Indonesialan nyawa ini kupersembahkan. NKRI harga Mati. Tapi banyak dari tikus-tikus itu yang terus merongrong pada negeri.
Tuhanku, apa salah kami ini..
Apa gerangan dosa kami, sehingga negeri ini terus saja disakiti. Apa salah bangsaku, apa salah negeriku..
Tuhanku, ridhoilan setiap bentuk perjuangan kami, yang kami usahakan dengan cucur air air mata dan keringat darah kami.
Juga setiap perjuangan masyarakat kami. Kami ingin penguasa yang adil. Tetapi mungkin diri kami sendiri belum bisa adil.
Tuhanku...
Berkahilah setiap usaha kami. Pahlawan-pahlawan kami. dan semua yang menginginkan yang terbaik untuk negeri kami.
Bangsa kami bukan milik pribadi yang bisa dijual seenaknya. Tetapi adalah warisan leluhur bangsa. Yang mereka dapatkan dari penjajah dengan mengrbankan seluruh yang mereka punya. Tetapi apa balasan dari yang muda ini.. hanya sebuah omong kosong demi merebut simpati rakyat. Dan kemudian menjual kami dan bangsa kami seenaknya pada bajingan.
Tuhanku..
Kami tak ingin pertiwi terus menerus dilanda tangis. Kami ingin menjadi bagian sejarah yang di cita-citakan pendahulu kami.
Kami ingin berkorban, seperti Usman dan Abu Bakar. Meskipun cinta kami kepada bangsa kami tak boleh melebihi cinta kami kepada Rasulullah. Tapi kami yakin Engkau Maha Mengetahui ya Tuhan kami..
Satukanlah jiwa dan bangsa kami,, jangan cerai beraikan kami,.. dan berikan pintu hidayah kepada penguasa kami di sana. Sadarkanlah bahwa apa yag dimiliki sekarang akan diminta pertanggung jawabannya. Berikanlah kami pemimpin yang adil,, yang akan membawa kemakmuran dan cinta ..
setelah beberapa hari kemarin Ibukota sempat membara arena demo Mahasiswa..
Teringat akan kejadian 2 dekade silam. bagaimana Mahasiswa dari seluruh Nusantara turun ke jalan-jalan meneriakkan keadilan. Mereka memperjuangkan suara rakyat kecil. Mereka mengorbankan jiwa dan raga agar setiap kata di dengar penguasa.
Apalah aku, yang hanya bisa duduk diam membisu. Takdirku menjadi Mahasiswa plat merah hanya membuat lemah. Aku tak bisa bebuat apa-apa . Tuhanku lihatlah teman-temanku itu. Mereka akan Engkau minta pertanggungjawaban untuk aksinya.
Mereka akan menjawab untuk apa hidupnya dihabiskan. Mereka akan menjawab bahwa untuk rakyat Indonesialan nyawa ini kupersembahkan. NKRI harga Mati. Tapi banyak dari tikus-tikus itu yang terus merongrong pada negeri.
Tuhanku, apa salah kami ini..
Apa gerangan dosa kami, sehingga negeri ini terus saja disakiti. Apa salah bangsaku, apa salah negeriku..
Tuhanku, ridhoilan setiap bentuk perjuangan kami, yang kami usahakan dengan cucur air air mata dan keringat darah kami.
Juga setiap perjuangan masyarakat kami. Kami ingin penguasa yang adil. Tetapi mungkin diri kami sendiri belum bisa adil.
Tuhanku...
Berkahilah setiap usaha kami. Pahlawan-pahlawan kami. dan semua yang menginginkan yang terbaik untuk negeri kami.
Bangsa kami bukan milik pribadi yang bisa dijual seenaknya. Tetapi adalah warisan leluhur bangsa. Yang mereka dapatkan dari penjajah dengan mengrbankan seluruh yang mereka punya. Tetapi apa balasan dari yang muda ini.. hanya sebuah omong kosong demi merebut simpati rakyat. Dan kemudian menjual kami dan bangsa kami seenaknya pada bajingan.
Tuhanku..
Kami tak ingin pertiwi terus menerus dilanda tangis. Kami ingin menjadi bagian sejarah yang di cita-citakan pendahulu kami.
Kami ingin berkorban, seperti Usman dan Abu Bakar. Meskipun cinta kami kepada bangsa kami tak boleh melebihi cinta kami kepada Rasulullah. Tapi kami yakin Engkau Maha Mengetahui ya Tuhan kami..
Satukanlah jiwa dan bangsa kami,, jangan cerai beraikan kami,.. dan berikan pintu hidayah kepada penguasa kami di sana. Sadarkanlah bahwa apa yag dimiliki sekarang akan diminta pertanggung jawabannya. Berikanlah kami pemimpin yang adil,, yang akan membawa kemakmuran dan cinta ..