UNVR, salah satu saham kesayanganku karena emiten tersebut berhasil konsisten dalam posisi merah :)
Dari pertama beli tahun 2020 di harga 7000-an, sampai akhirnya turun dalam sampai harga 3400-an tahun 2022 dan aku tetap hold keras sambil rajin average down sampai ketemu di 5300-an. Ga ada alasan khusus, simple karena modal yang kutaruh menyumbang hampir 50% nya di sana. Mau ku cutlos sudah terlanjut sangat dalam (walopun masih beberapa lot). Akhirnya dengan penuh pertimbangan, emiten tersebut kulepas dengan harga 4600 (minus 1juta-an 😌 )
Akhirnya, seperti jerawat yang akhirnya pecah, aku sedikit lega walaupun dengan cutlos segitu pun tidak mengubah keadaan porto makin baik :)
Agak sedih pas habis jualnya, kalau kepo link ceritanya di sini hehehe
Tapi aku sedikit merasa lega karena satu emiten yang merah berkurang, sisanya masih merah dalam juga dan masih di hold hehehe
PEngalaman yang sudah-sudah, ketika aku menjual emiten, beberapa hari kemudian emiten tersebut ARA, atau paling gak, turun dikit lagi terus semingguan ARA 😁
AKu hari ini mencoba husnuzon, karena porto sudah bersih dari UNVR, maka yang kulihat adalah aplikasi RTI. Ternyata tidak sia-sia kujual UNVR kemarin, akhirnya tepat hari ini,
Hanya sehari setelah emiten tersebut habis di porto, langsung ARA di hari selasa. hahaha
Tapi entah mengapa aku tidak merasa sedih dengan kondisi tersebut. Mungkin karena salah satu rutinitas kalau habis jual emiten, atau memang keadaan yang mendesak yang bagiku lebih penting.
Pada kondisi yang seperti ini, aku jadi ingat ucapan pak Teguh, bahwa sebagai investor, harusnya kita juga bisa diversifikasi porto, yang artinya memilah dan membagi sejumlah dana di masing-masing jenis saham yang berbeda. AGar, ketika satu emiten jatuh, setidaknya emiten lain bisa menutupi atau paling tidak agar tidak jomplang, hehhee
Kalau di penerapanku sekarang sih belum stabil, dan masih diusahakan juga ketersediaan cash, jika sewaktu-waktu pasar crash kita bisa belanja.
Well, investasi itu perlu, tapi yang terpenting dari semua investasi adalah investasi leher ke atas.
Saat ini, mungkin aku dihadapkan pada kenyataan pahit dari sisi investasi itu sendiri. Yang pasti, tidak ada cara instan menjadi kaya dari investasi saham. Yang ada, dia harus bersabar berbulan bulan, atau bahkan bertahun tahun agar mendapat keuntungan sekaligus dividen.
Aku belajar banyak selama 2 tahun terakhir ini. Meskipun belum bisa memahami seluruh laporan keuangan perusahaan, setidaknya ada usahaku untuk berusaha dan membaca informasi serta pengalaman investor terdahulu.
Ini keputusan sulit, tapi bukan berarti kamu tak bisa melaluinya.
Yuk belajar lagi hidup prihatin, banyak2in aset,, bukan konsumsi yaaa hehhee

Komentar