Aku tak takut manusia tak mengenalku, Aku takut Engkau tak mengenalku sebab aku terlalu lama terbuai dalam keindahan dunia.
Aku bukan tidak menyadari, bahwa kehadiranku memang tak terlalu memberi pengaruh pada kehidupan orang lain. Mungkin aku terlalu perasa, ketika orang tak menginginkan kita, kita akan sedikit merasa tersingkir, kecewa, dan kemudian timbul tanya,,
'Mengapa orang tak bersikap baik padaku? Padahal aku telah berlaku baik pada mereka.'
Betapa syaitan begitu mudah membisikkan kata-kata manisnya, sehingga kita dengan mudah menjadi berburuk sangka, menjadi seolah yang terbaik, padahal bisa saja,,
Bisa saja itu hanya siklus kehidupan, bukan?
Bukankah kita datang ke dunia ini sendirian? Lalu mengapa kita menjadi takut ketika manusia tak menginginkan kita? Kelak pun, kita akan meninggalkan dunia ini tanpa siapapun yang menemani.
Ironis sekali, padahal kehidupan tidaklah abadi. Seolah menjadi rakus, kita menginginkan begitu banyak hal yang bukan milik kita.
Siapalah kita, bahkan udara yang kita hirup setiap harinya, bahkan bukan milik kita. Nafas yang kita hembuskan adalah kehendakNya. Jadi mengapakah kita mesti bersusah hati being outsider.
Jika memang sedemikian lelahnya hatimu memendam semuanya sendiri, mengapakah kau terlalu lama bersenang-senang dengan dunia yang bukan duniamu.
Being outsiders is not always bad. Sometimes you just need to be yourself, enjoyed every moment being someone who accept you no matter what.
Menjadi diri sendiri, meski tak disukai kebanyakan orang itu lebih baik, karena dengan begitu, kamu juga secara tidak langsung menyeleksi orang yang benar-benar tulus untuk menerima kekuranganmu.
Being alone, not mean you are lonely. You respect yourself , your energy, your time for thing that really matters for you.
Jangan terlalu lama bersedih menjadi outsiders, karena untuk dekat denganNya tak sepayah untuk dekat dengan manusia. Tapi tahu apa yang lebih magical dari itu semua?
Ketika kamu telah dekat dengan Tuhanmu, itu selangkah lebih dekat dengan yang terbaik untukmu.
Jadi, kembalilah..
Pulang pada ketenangan dan kesahajaan.
Rendah hati dan sebar benih kebaikan.
Untuk menuju jalan Tuhan.

Komentar