Kelak, kau kan jelang masa depanmu, kawan. Ialah apa yang selama ini kau harapakan. Entah tentang cita-citamu yang telah kau mimpikan telah lama, ataukah tentang cintamu, yang telah lama kau jaga. Semua itu pasti kan ada. Walau tak jarang hati kecewa lantaran semua tak seindah hati bermimpi. Tak sesempurna angan yang membumbung tinggi. Dan tak seelok pelangi di senja hari.
Meski rindu tak henti memanggil untuk bersatu, meski cerca tak henti berucap. Kau tetap jaga hati dan jiwamu. Supaya lekas pergi gundah, resah dan gelisah dalam dada.
Semua itu pasti kan datang. Membuatmu girang siang dan malam.
Itu adalah hasil jerih payahmu. Mengarungi lautan biru, ataukah bergelut dengan desingan mesin dan deru debu. Itulah bayaranmu kawan, Saat kau meninggalkan kampung halaman. Kampung tempat kita berbagi bersama dalam suka maupun duka. Itulah cermin dari keringatmu. Itulah janjimu di perbatasan kampung dulu. Sekarangpun janji itu telah datang memenuhi ruang impian, bahkan ruang hatimu..
Meski rindu tak henti memanggil untuk bersatu, meski cerca tak henti berucap. Kau tetap jaga hati dan jiwamu. Supaya lekas pergi gundah, resah dan gelisah dalam dada.
Kawan, di perbatasan kampung ini, kan tetap ku kenang janjimu dulu. Kita kan tetap bersama, walau jarak telah memisahkan dua jiwa yang saling mengasihi.. Kau tahu? aku selalu merindukanmu. Berharap kau akan segera kembali, menyongsong mentari pagi bersamaku.
Kawan, tak peduli seberapa lama kau jauh, tak peduli secepat apa angin kan merubahmu menjadi sosok yang lain bagiku. Tapi kau adalah bagian dari hidupku. Kejarlah awan di sana. Raihlah mimpi yang membumbung tinggi. Gapailah bintang di sana sehingga kau akan bercahaya karenanya. .
Kawan, tak peduli seberapa lama kau jauh, tak peduli secepat apa angin kan merubahmu menjadi sosok yang lain bagiku. Tapi kau adalah bagian dari hidupku. Kejarlah awan di sana. Raihlah mimpi yang membumbung tinggi. Gapailah bintang di sana sehingga kau akan bercahaya karenanya. .
Komentar