Langsung ke konten utama

LOMBA RESENSI BUKU ASMA NADIA

LOMBA RESENSI BUKU HADIAH TOTAL 10 JUTA

15 Januari 2014 pukul 17:14
Lomba Resensi Buku Asma Nadia Publishing House
Mau dapat buku gratis. Bukan 1, bukan 2 tapi 10 buku sekaligus atau bahkan lebih.
Ikuti Lomba resensi Buku Asma Nadia Publishing House berhadiah total voucher senilai Rp 10.000.000.

Buku yang diresensi 
  1. Assalamu 'Alaikum Beijing 
  2. Catatan Hati Ibunda 
  3. Jangan Bercerai Bunda 
  4. Gara Gara Indonesia
Keterangan: Satu orang boleh ikut meresensi keempat bukunya dan bisa juara di keempatnya.

SYARAT
Pertama 
Melakukan konfirmasi ikut serta di Fan Page Komunitas Bisa Menulis Karena di fanpage bisa langsung dikonfirmasi ke masing-masing komen. (Komen di sini langsung bukan di wall KBM Grup).
Kedua 
Peserta akan dikonfirmasi. Pastikan dikonfirmasi komennya jadi karya kamu dan link kamu terbaca terus.Komen kamu di fanpage ini akan jadi arus informasi permanen antara kamu dan panitia Asma Nadia Publishing.
Karena komen di fanpage bisa dikomen dan dikomen langsung maka kita akan terus komunikasi di komen tersebut atara peserta dan panitia.
Ketiga 
Posting resensi kamu di wall KBM dan di notes facebook pribadi (wajib) - sampaikan linknya ke komen tadi (lihat no kedua)
Keempat (ini optional boleh ya boleh tidak)
Jika ingin hadiah tambahan, posting resensi kamu di di blog (itu pilihan).
Jika kamu memposting di blog dan menang maka kamu akan mendapat hadiah tambahan voucher senilai Rp 100.000
Twit link postingan kamu di twitter mention @asmanadia, @isaalamsyah, @agungpribadisej dan @dedipadiku (itu juga pilihan - jika kamu mentwit link postingan dan menang maka kamu akan mendapat hadiah tambahan voucher senilai Rp 100.000.
Posting Resensi kamu di Kompassiana, detik blog, atau republika online - boleh pilih semuanya (itu pilihan - jika kamu mempostingan di sana dan menang maka kamu akan mendapat hadiah tambahan voucher senilai Rp 100.000 di tiap portal tersebut.
Kelima: 
Batas waktu adalah 15 April 2014
Rasensi yang dibuat setelah 15 April 2014 tidak bisa diikutkan dalam lomba

HADIAH
Ada 12 peserta menjadi juara.
Setiap pemenang pertama mendapat hadiah

  • Juara 1 (Voucher senilai 300.000 dapat ditukar buku atau tas Asma Nadia) - 4 nama
  • Juara 2 (Voucher senilai 200.000 dapat ditukar buku atau tas Asma Nadia) - 4 nama 
  • Juara 3 (Voucher senilai 100.000 dapat ditukar buku atau tas Asma Nadia) - 4 nama

Juara 1 dipilih 4 nama dari 4 buku yang berbeda
Juara 2 dipilih 4 nama dari 4 buku yang berbeda
Juara 3 dipilih 4 nama dari 4 buku yang berbeda

Penjelasan tambahan:
Semua peserta wajib memasukkan resensinya di Wall/ File KBM dan di notes masing-masing akun.
Jika pemenang memposting juga di blog atau portal lain maka akan dapat hadiah tambahan.
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting di blog tambahan voucher 100.000.
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting di Kompasiana tambahan voucher 100.000.
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting link di twitter tambahan voucher 100.000
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting di detikblog tambahan voucher 100.000
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting di kaskus tambahan voucher 100.000
Pemenang yang selain di wall KBM dan notes pribadi posting di domain sendiri tambahan voucher 100.000

STRATEGI UNTUK MENANG
Untuk menang selain resensinya harus bagus, dianjurkan agar meresensi semua buku karena semakin besar kemungkinan menang.
Tapi kalau ikut meresesnsi satu buku saja, sebaiknya pilih yang sedikit pesertanya.

STRATEGI UNTUK MENAMBAH JUMLAH HADIAH
Ikut semua resensi dan posting di setiap blog atau portal yang kamu miliki.
Satu orang bisa saja menang di semua resensi.
Jika satu orang memenangkan juara satu dan diposting semua blog maka kemungkinan maksimal yang di dapat pemenang adalah:
Voucher Rp 300.000 x 4 dari setiap judul = Rp 1.200.000plus
Voucher Rp 100.000 x 8 blog x 4 judul = 3.200.000
Lumayan kan?
Memang kemungkinan menang di semua resensi per judul agak sulit, yang mudah justru memperbanyak publikasi di blog atau akun portal yang kamu ikuti.

APA YANG DINILAI PANITIA?
Pertama obyektif dan bertanggung jawab
Kedua ada personalisasi (bagaiman kita menangkap dan merasakan buku itu)
Ketiga, ada keluasan wawasan (dihubungkan pada hal di luar buku - dihubungkan dengan dengan fakta, dengan berita atau dengan buku lain, dll)
Keempat tidak ada spoiler (tidak membocorkan - resensi yang membocorkan isi buku merusak kenikmatan calon pembaca, mengambil hak calon pembaca untuk menikmati buku secara penuh)
Kelima, mampu membangun rasa ingin membaca buku yang diresensi, membangun rasa penasaran (Jika kamu berhasil membangun rasa ingin tahu atau rasa penasaran untuk membaca - kamu berhasil membuat orang cinta membaca).

BAGAIMANA AGAR MEMASTIKAN RESENSI KITA DIBACA PANITIA?
Bagaimana agar memastikan karya kita dibaca panitia?
Pastikan setiap karya diposting ada konfirmasi dari kami (isa alamsyah atau dedi padiku) - misalnya saya ( Isa Alamsyah) atau Dedi Padiku mengatakan "terima kasih saya sudah baca."
Kalau belum ada konfirmasi tersebut silakan tanya di jalur komunikasi di komen yang sudah kita buat.
Atau inbox kami. Jangan sampai karyamu tidak terbaca.

Selamat berkarya dan mengikuti lomba.

RESENSI YANG BAIK
Ada data buku yang diresensi
Judul Buku:______________
Penulis: _________________
Penerbit:_________________
Jumlah Halaman:__________________
Harga:_________
Ukuran buku:_______________

Judul: Judul Resensi tidak mesti sama dengan judul buku
Tetap penting membuat judul resensi yang menarik untuk dibaca

Isi resensi:
Resensi itu bukan sinopsis atau kesimpulan tapi lebih besar dari itu.
Resensi menggabungkan antara isi buku - pengalaman membaca pembuat resensi terhadap buku - serta pengetahuan si pembuat resensi yang berhubungan dengan buku.
Kamu juga boleh membahas cover, sinopsis. dll.

Bagaimana saya Isa Alamsyah meresensi buku?

Ada subyektivitas dan obyektivitas dalam resensi.
Tapi saya tetap memihak pada buku yang membawa kebaikan.

Ketika buku yang kita baca baik, maka peresensi harus mampu menonjollkan kebaikan buku itu. Kalau ada pembaca yang tergerak membaca buku tersebut maka resensi itu berhasil, dan insya Allah menjadi nilai amal.
Tapi kadang ada yang memuji buku tapi membuat yang belum baca pun merasa sudah tahu isinya sehingga tidak perlu membaca buku itu lagi. Berarti resensinya gagal, malah menjadi spoiler (pembocor).
Kalau kita merasa buku ini dibutuhkan orang tertentu, maka kita harus berhasil membangun rasa kebutuhan atas buku tersebut.

Sebaliknya kalau buku itu buruk dan kita merasa jangan sampai orang lain membaca karena berakibat buruk.
Maka resensi tersebut harus membuat orang tidak membaca buku tersebut. Jangan justru resensi kita membuat orang penasaran akhirnya membaca buku tersebut tanpa sadar kita jadi promotor buku yang tidak kita dukung.

Setiap buku pasti ada kekurangannya, kalau saya sendiri memilih untuk menyampaiak kekurangan langsung kepada penulis atau penerbitnya untuk memperbaiki, ketimbang menyatakannya ke publik karena khawatir mengganggu pemasarannya.
Itu kebijakan saya sendiri, sekalipun dalam resensi kita harus obyektif melihat sisi positif dan negatif.
Itu juga yang saya lakukan terhadap resensi film.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...