Saat ini DJPPR mengeluarkan ST 10 dengan 2 macam tenor, yaitu Tenor 2 tahun, dan tenor 4 tahun. Menariknya, tingkat imbal hasil kuponnya lumayan, yaitu 6,25 % untuk yang 2 tahun dan 6,4% untuk tenor 4 tahun.
katanya, tingkat imbal hasil ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Alhasil dengan berbagai kelebihannya itu jadi buat aku sedikit teratrik untuk melirik salah satu instrumen investasi ini. Gimana nggak, aku bisa dapat imbal hasil kupon tiap bulan tanpa harus kerja! dan lagi, tingkat imbal hasil ini jauh lebih tinggi nilainya jika dibandingkan dengan bunga bank, sehingga menarik jika niatnya untuk melawan inflasi.
Beberapa hari lalu aku instal aplikasi Bibit dengan tujuan tersebut. Setelah diulang-ulang nonton promosi ST10 dari berbagai influencer, aku mulai cona simulasi hitungannya.
Dana yang aku punya untuk dana darurat saat ini sejumlah 8jt. Jika aku inves ke sini sebesar 5jt, maka imbal hasil kuponku mm sekitar 26k-an. Mayan kan daripada tergerus pajak dan administrasi bank.!
Tapi entah kenapa aku masih belum mantap buat ambil kesempatan pejuangan pembiayaan negara ini.
Kemudian aku searching apa aja sih manfaat lain yang belum aku tau, dan aku sambil baca2 tentang instrumen lainnya. Ternyata ada loh, Sukuk Ritel.
Selama ini aku ga begitu paham sama berbagai macam istrumen investasi yang ada di Indonesia. Aku cuma selama ini cuma yaa kalau ga diendapin di tabungan ya udah kumasukin saham.
Tapi belajar dari kesalahan masa lalu yang harus cutloss saham bluechip karena ada kondisi mendesak sedangkan saat itu masih merah membara. saat ini saham yang di cutloss sudah menghijau dan kalau saja aku punya kesediaan dana darurat saat itu, aku mungkin sudah cuan sekitar 300k-an dari satu saham.
Aku merasa,, sayang ngga sayang jadinya.. karena aku jual memang karena ada kebutuhan, bukan untuk beli-beli barang konsumtif.
Jadi, dari situlah aku akhirnya sekarang fokus kumpulin dana darurat. Dana ini yang nantinya rencana bakal aku kembangin dulu, aku olah sampai aku merasa aku ga perlu khawatir kalau ada apa-apa diluar rencana. Karena saham memang ngga cocok untuk trading (for me exactly).
Jadi rencana dana darurat akan aku olah di instrumen investasi jangka pendek, nah untuk saham aku bakal jadiin instrumen investasi jangka menengah-panjang.
Balik ke topik. Karena hati ngga sreg sama si ST10 ini meski nampaknya sangat menarik, aku juga menemukan fakta lain yang buat aku makin mantep untuk ga ambil. What is it?
Firstly, kayanya aku ngga bakal cocok karena ternyata sukuk tabungan gabisa dijual lagi kapan-kapan kita butuh. Ngga kebayang ada kondisi darurat tapi kamu gabisa narik dana saat butuh?
yak. Karena dia cuma bisa redemption maksimal 50% dari dana yang kita investasikan setelah 1 tahun. Fyi, sukuk ini jangkanya minimal 2 tahun, dan indeed tiap bulan memang dapat kupon imbalan. Jadi untuk kondisiku yang belum mantap posisi dana daruratnya, kayanya better aku besarin tabungan dulu untuk dana darurat.
Secondly, aku masih tertarik sama ide project bisnis yang dikelola Halal Projection oleh Yazerki. Dia kayanya bisnisman muda dari Sulawesi gitu. Aku pernah coba lihat dan baca prooposal yang dia bikin, dan itu in buat aku. Kenapa cocok, karena dia menjabarkan dengan sederhana dan jelas. Ada juga perhitungan jika seandainya ada eror atau hambatan-hambatan yang mungkin bakal ditemui selama masa bisnisnya. Tapi di belakang dia juga udah itung-itungan gimana antisipasinya.
Alih-alih membungkus proposal bisnis serapi mungkin, nyaris tanpa cela dan kemungkinan gagalnya, dia justru membuka apa aja resiko kalau misal si investor jadi joinan usaha sama dia. Dan poin itu yang bikin aku masih berfikir, aku kalau punya uang mending aku percayakan ke dia aja.
That's why aku kayanya bakal fokus ke perbesar income (tabungan) dulu, kalau misal ada project baru lagi, aku bakal pertimbangin segala ples minusnya. Jika seandainya ngga ada, ya ngga apa aku tabung dulu, kalau udah menyentuh angka 50jt baru aku masukin instrumen investasi yang aman.
Untuk saham menarik sih, mengingat tahun lalu aku bisa dapat dividen sekitar 2jt-an untuk emiten yang masih berantakan. Of course, PR juga sih karena aku juga mesti masih belajar tentang ilmu-ilmunya.
Harusnya sih ga malas cetak laporan tahunan perusahaan untuk belajar analisisnya. Tapi ya gitulah jiwaraga belum tergerak melakukannya.
Itu aja cerita hari ini, Bon VOyage!!

Komentar