Antara kota
kelahiran dan perantauan
Tersembunyi kisah yang tak perlu di asah
Diantara desingan bus antarkota
Tersimpan rindu yang sempat kelabu
Rindu itu,,
Masih tetap utuh untukmu ayah
Engkau tetap jadi juara di hati ini
Ayat – ayat suci yang kau lantunkan itu
Selalu mengingatkanku tentangmu
Rindu ini,,
Masih utuh untukmu Ibu
Kaulah penakluk sang waktu
Rindu ini masih untukmu
Tetaplah menjadi pemilik hati ini
Singgasana yang tak pernah usang di makan zaman
Meski nanda di rantau orang
Di antara desingan bus antarkota ini
Ingin ku tulis semua rinduku
Biar dunia tahu
Rinduku, rindu kelabu
Hai, kampungku kampung halaman
Dengarlah rintihan hati ini
Tak kan
lama kau ‘ku tinggalkan
Secepat hari nanti ku ‘kan kembali
Membungkus impian di kampung halaman
Cikarang, 20 maret 2014
Komentar