Sebagai seorang karyawan saya dituntut harus jeli melihat kebutuhan yang akan datang. Sebisa mungkin memilah dan memilih kebutuhan yang penting (primer), kurang penting (sekunder) dan tidak penting (tersier). Kebutuhan sekunder meskipun kurang penting namun keberadaannya juga patut di perhitungkan dalam kebutuhan bulan depan. Belum lagi kebutuhan orangtua di kampung. Wah, banyak juga ya? Tapi jangan lupa saya juga butuh menabung untuk kehidupan masa depan nanti.
Untuk pemasukan tetap dan pengeluaran yang naik turun, kadang membuat saya kalang kabut mengatur pengeluaran. Banyaknya biaya tak terduga menuntut saya untuk menepis biaya - biaya yang kurang / tidak perlu di keluarkan. Pangkas sana - sini perlu di lakukan supaya tidak berbuntut panjang di akhir bulan.
Tapi hal itu tidak perlu di khawatirkan lagi. Sekarang saya sudah mempunyai beberapa tips hasil belajar setiap bulannya, hehe.
Beberapa tips untuk mengatur keuangan supaya tidak terjadi krismon di akhir bulan, di antaranya:
1. Hitung kebutuhan ( biaya hidup ) di akhir bulan.
Dengan cara ini anda sudah bisa melihat berapa banyak uang yang harus di keluarkan setelah gaji di terima.
2. Bayar hutang terlebih dahulu.
Membayar hutang sangat penting di dahulukan. Karena hal ini dapat mengubah itung - itungan tentang kebutuhan - kebutuhan yang tidak perlu ( tersier ).
3.Tetapkan badget pengeluaran kebutuhan sekunder / tersier bulan depan.
Jangan melebihi badget yang telah di tetapkan supaya rencana yang telah di buat tidak berantakan.
4. Bagi anda yang berbisnis, usahakan uang dari hasil bisnis anda di pisah dengan uang untuk kebutuhan sehari - hari. Ilmu ini saya ambil ketika pelajaran Akuntansi dulu sewaktu SMK. Modal bisnis (uang) harus bisa berputar. Jangan biarkan piutang macet. Sebisa mungkin tagihlah customer anda sebelum tanggal gajian dan ingatkan untuk segera membayar bila tanggal gajian telah tiba.
5. Untuk lebih menghemat, usahakan anda masak. Yah, minimal masak nasi lah. Buatlah perbandingan pengeluaran antara masak dan tidak. Jika saja dengan memasak nasi anda bisa hemat Rp 5.000 maka dalam satu bulan anda bisa menghemat Rp. 150.000,-
Lumayan kan untuk menambah tabungan kita.
6. Jangan katakan tanggung.
Seingkali kita merasa tanggung untuk menyimpan uang kembalian sebesar Rp 500 atau Rp 1.000 sehingga tak jarang membelajakannya kembali. Sebenarnya lumayan loh, misal dalam seminggu ada kembalian Rp 500,- yang terus di belanjakan. Dalam sebulan kita bisa menghemat Rp 15.000,- :)
7. Jangan lupa siapkan dana cadangan bila sewaktu - waktu ada pengeluaran mendadak.
8.Bila perlu catatlah pemasukan dan pengeluaran anda dalam suatu buku. Hal ini di lakukan untuk melihat sejauh mana pengeluaran kita sampai hari ini, apakah sudah terlalu banyak dan perlu pemangkasan atau masih terkendali.
9. Jalin silaturahmi, dan ramah kepada orang lain.
9. Jalin silaturahmi, dan ramah kepada orang lain.
Cara ini mengkin tidak ada kaitannya dengan tema di atas. Tapi tidak ada salahnya jika anda buktikan sendiri ketika sedang membutuhkan bantuan orang lain.
Nah, sebenarnya tips di atas hanya salah satu cara untuk menghemat pengeluaran. Banyak cara yang bisa di lakukan. Dan anda pun bisa mengkreasikan tips anda sendiri.
Intinya kita jangan mudah panas dengan apa yang di miliki oleh orang lain. Merasa cukup atau Qana'ah adalah cara yang paling di anjurkan oleh Allah SWT sehingga kita selalu menjadi hambaNya yang bersyukur atas rizki yang telah di limpahkan kepada kita.
*wallahu a'lam
Komentar