Langsung ke konten utama

Kisah Irfan

"Anak sekolah kerjaannya main melulu. Belajar !"

Teriakan itu di susul dengan serangkaian caci maki yang lain. Wanita paruh baya itu begitu geram. Marah. Anak sulungnya selalu saja membantah. Bahkan beberapa kali ini dia mulai berani membantah perintahnya.

"mau jadi apa kamu kalau tidak pernah mau belajar. Jadi gelandangan? Hah"

Remaja tanggung itu beringsut dari tempat duduknya. Padahal baru saja ia pulang sudah kena semprot. Bukan hal baru baginya menerima cacian - cacian itu. Setiap hari bahkan sejak ia berumur enam tahun pemandangan itu selalu ada. Menyebalkan. Selalu saja wanita itu menyuruhnya belajar. Memangnya kenapa kalau tidak belajar? Mati? Ia masih tak kalah geram mendengar semprotan wanita paruh baya itu.

"Nah Molor. Main molor main molor. Di terus - terusin aja. Anak tak tahu di untung!. Brengsek!"
"Kalau anaknya brengsek berati orangtuanya juga brengsek! Anjing" anak muda itu tak mau kalah.
"Apa!!! bicara sekali lagi. Hah. Ngomong apa kamu tadi. Coba bilang!!" wanita itu masih ngamuk mendengar jawaban tak terduga dari anaknya. Mimpi apa ia semalam hingga mendapatkan jawaban mengejutkan seperti itu.
Namun sayang kali ini amukannya gagal. Anak muda itu telah terlanjur membanting pintu dan mengunci diri di dalam ruangan pribadinya.

"Anak kerjaannya molor terus. Gak pernah mau bantu orangtua! Heh bangun! Cari rumput bantuin kakek! Ir"
Wanita itu masih saja mengomel. Hingga menimbulkan protes seisi rumah.

"Itu anak kalau gak di ajarin dari kecil nanti dia ngelunjak. Kamu ga usah nglindungi dia. Dia itu anakku. Biar saja aku yang urus." suara kali ini tak kalah sangarnya dengan ketika ia bicara dengan anaknya.

"owalah jadi anak kok kaya gitu banget ya sama orangtua. Dari keciiil selalu bentak - bentak orang tua. Laa haula wala quwwata illa billah.. Gusti... salah apa aku ini, hingga anakku berani membentak Ibunya sendiri" suara lirih nenek tua itu terkalahkan oleh omelan panjang anaknya. Tangisnya selalu tanpa suara. Bukan saja matanya yang menangis. Hatinya pun juga menangis. Ia merasa tak pernah di hargai oleh anaknya sendiri.
Selalu apa yang di lakukan salah di mata anak ke-dua nya.
Ia tak ingin pindah, meski tubuhnya kini semakin kering saja. Lagi pula masih ada Ibunya. Ya, nenek itu masih mempunyai Ibu yang selalu di sayangnya sepenuh hati. Bukan tidak pernah ia mendambakan anak yang selalu mengerti. Sudah terlalu sering, namun do'a yang di pintanya seolah masih tetap bergeming di sisi Tuhan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...