Aku memang tipikal orang yang bisa nangis tanpa alasan.
Tiba-tiba khawatir dan takut, padahal gatau apa yang ditakutin.
Aku ngrasa kangen, jadi nangis. padahal aku gatau kangen sama siapa.
Memang, ketika nangis tu ada gambar seseorang, tapi rasanya aku bukan kangen sama dia.
Perasaan ini aku gatau dan entah kenapa, paling bisa bikin aku mewek yang sampe tertidur.
Rasanya sakit, tapi entah sakit kenapa.
Harusnya pas nangis tu aku nulis. Biar tersalurkan apa aja ketakutan-ketakutan yang menghampiri.
Kalau di pikir-pikir, dulu aku erat kali kaitan sama laptop, nangis dikit nulis. Sekarang makin ke sini makin malas nulis dan payahnya aku makin ga bisa ngomunikasiin hal sepele kaya gini.
Aku mungkin takut sama masa depan.
Aku mungkin kangen sama seseorang, yang ika bersamanya aku bisa jadi diri aku sendiri. Aku bisa mengandalkan dia di segala situasi, tempat ternyaman yang aku mau. Karena rupanya, saat-saat sulit makin banyak bikin aku nangis. Rasa sulit ialah kesepian karena gabisa cerita masalah hidup ke oranglain.
Gak mungkin kan, cerita susah-susah ke orangtua. Di depan mereka aku bertingkah seolah aku bisa mereka andalkan. Nyatanya, aku tak lain hanyalah perempuan biasa yang butuh tempat bersandar.
Aku capek, aku sedih, aku kecewa, aku butuh pelukan seseorang untuk menguatkan.
Nyatanya, berharap dengan seseorang sangatlah menyakitkan. Mereka hanya dekat, mereka memikat, tapi rupanya bukan mereka yang kumau.
Ingat kata seseorang, 'jika kau ragu, maka artinya tidak.' Bukan buatmu.
Jadi, seolah-olah semua bukan untukku, dan aku harus bisa mengatasi diriku sendiri.
Aku menangis seperti anak kecil, yang tak tahu maunya apa.
Lepaskanlah,
Karena hakikat cinta adalah melepaskan,
Jika dia milikmu, dia akan kembali padamu.
Entah bagaimana caranya..
Lepaskanlah,
Mau kau akan melihat segalanya dengan cara yang berbeda,
Bahwa terkadang, dengen melepaskan itu justru menjadi obat bagimu
Lepaskanlah, dan biarkan Dia mengatur segala sesuatu sesuai ukuranNya

Komentar