Langsung ke konten utama

Sebab Aku Anak Perempuan Pertama


Hari itu lepas magrib, dan aku baru saja tiba setelah seharian bekerja. 

sebenarnya, hari itu tidaklah terlalu melelahkan, bahkan bisa dibilang agak biasa saja. 

Pekerjaan memang agak menumpuk-selain karena PEER kerjaan tahun lalu (read-SIPT) juga sebab aku mendapat job lain yang tidak ada hubungannya dengan jenis pekerjaan teknisku yang sekarang. 

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. 

Sebab, bagaimanapun aku memandang semua pekerjaan adalah sama. Tidak berpengalaman bukan berarti tidak bisa untuk mempelajari hal yang sebelumnya tidak kita ketahui. 

Singkat cerita, aku menerima job baru itu, sembari tetap mengerjakan yang sudah semestinya. 

Entah, sore itu aku merasa sebuah beban diletakkan di pundakku. Jika kuingat seperti apa rasanya, itulah perasaan yang dulu, saat aku mengemban jabatan sebagai Bendahara. 

Berat, tanpa terlihat beban yang dipikul. Mungkin seseorang menganggap pekerjaan itu menyenangkan, walaupun memang kenyataannya benar. 

Bagiku yang mantan seorang akuntan, pekerjaan semacam itu sungguh menyenangkan, walaupun juga membuat pusing disaat bersamaan. Pekerjaan itu berat tetapi menantang. 

Dan sebenarnya, aku sedikit menikmati karena akuntansi begitu menyenagkan. 

Tapi, satu dan lain hal membuatku tak ingin kembali ke dunia itu. 

Saat perasaan yang dulu kembali singgah, saat beban mulai kurasakan, saat itulah aku tergugu tanpa tahu apa yang harus kulakukan. 

Aku terus terisak, sejak adzan magrib sampai isya. 

Dadaku sesak, hidungku tersumbat, kelopak mataku membengkak. 

Hal semacam ini adalah hal berat untukku, tetapi tak ada tempat untuk mencurahkan perihku. 

Semalam aku berurai tangis, tapi baru sekarang aku menulis. 

Betul kata orang, dan benar apa yang kurasakan.

Menangis, mengubah air mata menjadi kata. Merubah duka menjadi irama. 

AH,,, 

Aku rindu.

Rindu pada diriku yang berkutat dengan microsoft dan blog serta lomba2 masa itu

Andai, 

AKu terus menulis walau masih berurai tangis,

Mungkin dengan itu, beban menjadi berkurang, dan aku mempunyai kenangan

Duhai,,

Aku ingin menulis lagi,

Hingga detik akhir aku hidup di dunia ini.

Sebab sungguh dengannya, aku merasa bahagia

Karena inilah satu-satunya tempat pulang

Bagi anak perempuan pertama...  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Numpang Nama

One thing I don't like about my work culture is 'numpang nama'. This word is used for somebody whose name is in the decision letter for implementing activities, but they didn't do their job. And this is what I am experiencing now.  Terus terang aja, aku bukan tipical orang yang pinter juga, bukan juga orang yang sosialis juga. Tapi untuk pekerjaan aku prefer aku yang kerja jika emang ada namaku di sana. Kenapa sih tiap aku nanya tuh ga pernah dapat jawaban yg puas. Giliran ada masyarakat nanya2 informasi ke aku, kan aku jadi gapunya jawabannya.  Masa ada orang jauh-jauh datang ke kantor, aku cuma jawab 'Maaf pak saya gatau' kan lucu. Bayangin kalo orang itu adalah kamu atau orang terdekatmu. Kan Bangke! Herannya tiap aku bahas tentang hal ini ga ada yang kasih pendapat positif. Seakan aku tuh cuma outsider yang ga berhak apa2.  Kalo tau kaya gini aku gausah ada namaku di sana. Dapat ilmu dan pengalamannya minim tapi giliran ada apa-apa pasti keseret namanya.  Go...

Galau 2025

 Dear Aku,  udah lama nih aku ga curhat di sini. Entahlah. Makin ke sini makin jarang banget kita ngobrol ya.. padahal kalo mau, banyak banget loh yang bisa kita diskusiin, atau sekedar ngegabut ajaa..  And yes, as you know, AMU program has been finished since July last year. Even though I didn't get a good score, I tried my best. And then I took IELTS course at UI my score remain still. 5,5 for general.  This is our first time in 2025, yeah. It's been a while. I can tell I changed a lot. I'm not a person who loves read a book, I'm not a person who likes writing a diary as well as story as I used to be. Here I am, just an average girl with tons of laziness and excuses.  Dear Love,  I just don't understand myself anymore. I don't know how to tell you. I want to be back to myself as I was a decade ago. The day that I can write anything, even just nonsensical things, imagination, or even my odd poem. I was quite ambitious back then. I had a big dream. I u...

How is class in EF

 It's been a week i took an english class in EF.  It so funny that study english with native teacher and friends all around the world. Each class consist of maximal 9 student. Because we all in the same grade (intermediate) and mostly we have not fluent speak in english, so that sometimes we need take times to thinking what is that word in english.  In the class, teacher will ask us to speak and talking with other student for some issue, and then she will correct it. It is often happen, when i talk and suddenly got stuck because i don't know how to say in eglish, and i took time for searching on google translate.  We demanded to speak constantly, so that many of us still used 'a..a..aa' and so. In the end we laugh each other. Not underestimate..   Thankfully the teacher and all of student is understand that is an issue for us. And teacher giving support and cheer we up! That is going to be really funny moment. We had a flexible class along day. Each session...