Yaps.
Dulu postingan blog gak jauh-jauh banget dari lomba, catatan puisi entah dimana terus di copy di blog.
Senang dulu punya blog yang dibuat sendiri, di utak atik desain sendiri. Puas rasanya.
Sekarang, jangankan kreatif mendesain, menulis saja hanya berbilang jari.
Aku kadang berfikir, atau lebih tepatnya mengandai-andai jika di sepuluh tahun aku membuat blog dan konsisten menulis, apa ya yang bakal aku raih. Adakah sesuatu yang bakal aku capai jika aku hidup dengan menulis?
Tetapi pikiran itu mengacaukan hidupku. Bukan hanya menjadi minder dengan teman-teman yang sudah mendapatkan penghasilan dari menulis, tetapi aku juga mengingkari keberadaan diriku yang sekarang.
Orang-orang besar dilahirkan melekat dengan aksara. Orang bijak menulis, orang romantis belum tentu menulis. Orang kaya sepertinya membaca buku, dan seorang pemikir pasti menulis.
Sayang sekali, belum sempat aku memindahkan catatan cerita di facebook, tulisan-tulisan itu sudah lenyap entah kemana. Kurasa akibat sistem pembaharuannya. Padahal banyak sekali karya-karyaku di sana. Meski ceritanya tak tentu kemana. hahaha
Aku senang, bersyukur sempat mengenal teman-teman seperjuangan di KBM untuk pertama kali, mengikuti lomba walau cepat sekali tereliminasi.
Setiap hari sibuk memikirkan tema apa yang akan aku angkat menjadi cerita, dan bagaimana alurnya.
Ah,, kesibukan yang membuatku produktif. Kesibukan yang tak akan kusesali seumur hidupku.
Kesibukan yang merongrong hati dan pikiranku, sampai terbeli notebook hanya untuk menulis cerita-cerita itu.
Aku bersyukur, sempat mengenal dan mencoba dunia itu. Bertemu orang-orang hebat, dan beberapa dari mereka sudah mempunyai buku indie. Keren kan.
Aku juga iri, pada para awardee yang tetap menulis. Apakah memang tipikal penulis seperti itu?
Para penulis pandai merangkai kata. Dari yang cerita biasa menjadi istimewa. AH, rindunya..
Jika dihitung secara akumulasi tahunan, karya terbanyak yang pernah aku tuliskan di blog ini sekitar tahun 2014. Saat itu banyak sekali hal-hal yang membuatku entah kenapa menulis. Sepertinya aku galau tentang percintaan, tentang karir, atau hanya iseng saja menulis.
Toh, we don't need to be perfect. We just need to do whatever we want.
Lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi dari ini, aku juga tetap ingin menulis. Apapun yang ingin ku abadikan.
Mungkin, pengalaman belajar di negeri kincir angin, berjalan-jalan di tengah salju, bermain dan berkencan dengan suami dan anak-anakku, apapun itu.
MEnulis membuat seseorang berkarakter.
Membuat hati lembut dan peka terhadap orang lain,
Dan Menulis membuatku merasa aku punya tempat untuk bercerita. SIsi lain diriku yang hanya dia tahu segala keburukanku.
Kelak, ini akan menjadi kenangan. Saat tua telah menyapa, kita akan tau bahwa ada saat dimana satu-satunya tempat kita bisa bercerita adalah tulisan.

Komentar